Kompas.com - 14/04/2013, 10:51 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Lezatnya ragam kuliner Indonesia membuat kita terpacu untuk melestarikan kekayaan resep hidangan tanah air. Seperti Kecap Bango, yang secara rutin menggelar Festival Jajanan Bango. Setelah menuai sukses di empat kota, yaitu Bandung, Surabaya, Malang, dan Semarang, festival ini diakhiri di Parkir Barat Senayan, Kawasan Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (13/4/2013) lalu.

Acara yang merupakan agenda kuliner tahunan ini menjadi wujud konsistensi misi sosial Bango untuk terus mengajak masyarakat melestarikan makanan tradisional Nusantara warisan leluhur kita. Yang istimewa, tahun ini Bango mengangkat 10 legenda kuliner Nusantara yang telah tersohor di Indonesia, yang telah mendedikasikan kehidupan mereka untuk melestarikan kuliner Nusantara secara turun-temurun.

"Kami ingin mengingatkan kembali makanan tradisional yang melegenda di masyarakat, sehingga mereka bisa merasakan betapa kayanya kuliner Indonesia yang mungkin sebelumnya kurang begitu diketahui atau sulit dijumpai," papar Marieska Widhiana, Senior Brand Manager Kecap Bango, kepada Kompas Female.

Adapun 10 legenda kuliner tersebut adalahTengkleng Klewer Ibu Edi (Solo), Mie Koclok Mas Edi (Cirebon), Sate Jamur Cak Oney (Yogyakarta), Tahu Tek Telor Cak Kahar (Surabaya), Lontong Balap Pak Gendut (Surabaya), Sate Klatak Mak Adi (Yogyakarta), Mie Aceh (Sabang), Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih (Jakarta), Nasi Pindang Pak Ndut (Semarang), dan Oseng-Oseng Mercon Bu Narti (Yogyakarta).

Marieska menambahkan, selain ingin memanjakan pecinta kuliner dengan kelezatan makanan Indonesia, Bango juga ingin berbagi rahasia mengenai kualitas bahan baku dan proses produksi yang selama 85 tahun selalu digunakan.

"Penggunaan kedelai hitam Mallika yang menjadikan Kecap Bango memiliki citarasa yang berbeda dan khas," imbuhnya.

Digelarnya acara ini juga merupakan sarana rekreasi bagi keluarga Indonesia untuk dapat membawa seluruh keluarga mereka lebih mengenal masakan Nusantara. Terbukti, setelah diadakan di empat kota sebelumnya, terjadi peningkatan pengunjung yang signifikan meski acara Festival Jajanan Bango ini hanya berlangsung sehari.

"Kota pertama Bandung sebanyak 32.000 pengunjung yang datang, setelah itu Surabaya sekitar 58.000 orang, Malang 85.000 orang, dan Semarang hampir 108.000 pengunjung. Saya yakin, Jakarta sebagai kota terakhir akan mencapai melebihi Semarang," tutupnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X