Begini Suasana Hati Kartini dalam Surat-suratnya

Kompas.com - 19/04/2013, 16:25 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Sejumlah tokoh dari berbagai profesi menghidupkan lagi sosok Kartini. Mereka membaca surat-suratnya seolah Kartini sedang berbicara menyampaikan isi hati dan pemikirannya.

Aktris Jajang C Noer mengawalinya dengan sajak Jiwa yang menyentuh, syahdu, dan romantis. Kata-kata yang disampaikan mewakili keinginan Kartini menemukan jiwa yang sama, yang seiring sejalan dengannya.

"Bahagia nian bila bertemu jiwa yang sama," ujar Jajang mendayu, pada parade pembacaan surat-surat Kartini bertajuk "Membaca Suratnya, Terbitlah Terang," di Galeri Cipta 2, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (18/4/2013) lalu.

Sajak itu menjadi pembuka sebelum masuk pada parade pembacaan surat Kartini yang digagas Okky Madasari dan Faiza Mardzoeki, dengan dukungan Kopdar Budaya dan Ardhanary Institute. Para pembaca, seperti disampaikan Faiza, mewakili banyak pihak, dari mahasiswa, jurnalis, penyiar, penulis, aktor, produser teater, dosen, hingga buruh.

Winner Fransisca, menampilkan Kartini yang riang. Surat pertama pada Stella menggambarkan suasana perkenalan dan gagasan Kartini akan emansipasi. Katanya, sudah lama sekali dia (Kartini) menginginkan kebebasan. Selama ini sebagai perempuan, dia merasa dikurung di dalam rumah. Titik terang hanyalah saat dia bisa membaca buku dan menuliskan surat pada teman-temannya.

"Hukum dan pendidikan hanya milik laki-laki belaka," tuturnya.

Kartini tidak menyukai perkawinan dan poligami. Resah itu disampaikan Firliana Purwanti, dalam surat berikutnya. Kali ini tampak bagaimana gundahnya Kartini akan perkawinan, dan akan cinta yang rasanya mustahil ada.

Okky Madasari membawakan Kartini yang menyoalkan agama. Tentang agama Islam yang dia anut karena nenek moyangnya beragama Islam. Tentang Quran yang bisa dibaca, tapi tak dipahami maknanya. Alangkah baiknya jika tidak ada agama itu, kalau hanya jadi sebab bunuh-bunuhan.

Suasana berganti. Kartini yang hadir lewat Tiga Setia Gara berikutnya adalah yang penuh semangat, berseri-seri, dan berteriak lantang lagi.

"Tahukah kamu apa semboyan saya, 'Saya Mau!' Dua patah kata pendek itu sudah melalui bergunung-gunung rintangan," soraknya.

Halaman:
Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X