Kompas.com - 19/04/2013, 16:25 WIB
EditorDini

Faiza Mardzoeki meneruskan semangat itu dalam surat berikutnya. Bahwa jalan yang dia tempuh sekarang, berbatu-batu, terjal, dan belum dirintis. Jalan menuju kebebasan perempuan bumiputera.

Kartini yang bahagia karena boleh mengajar jadi guru dibawakan Yuniyanti Chuzaefah. Rasanya satu mimpi sudah terwujud. Pendidikan adalah perkara penting. Dan Ratna Rintiarno menggambarkan suasana yang sama. Di surat-surat ini, yang tampak adalah Kartini yang terus berdebat dengan pikiran-pikirannya.

Bagaimana bila Kartini bersedih? Ketika ayahnya jatuh sakit. Penonton menjadi terbawa suasana haru saat Juanita Wiratmaja terisak dan mendayu menahan tangis.

"Kesehatan ayah adalah utama, dan mimpi berasa makin jauh," ujarnya meratap.

Waktu berlalu. Tommy F Awuy, satu-satunya pembaca surat laki-laki, menghadirkan Kartini yang kembali seperti sedia kala. Suaranya bernada riang, bahkan berkesan genit. Dosen filsafat di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, ini mengubah sedikit suara dan aksennya seperti perempuan.

Jumisih dan Laksmi Notokusumo membawakan Kartini yang suka bercerita dan bersemangat di setiap kata-katanya. Bagaimana ia bercerita tentang seorang anak malang yang ia temui di jalan, dan mendorongnya untuk tetap berjuang. Dan perihal perkara lain yang dihadapinya.

Di penghujung pembacaan, Ratna Riantiarno kembali membacakan surat. Ini surat terakhir yang ditulis 10 hari sebelum Kartini wafat.

Pengunjung yang memadati ruang Galeri Cipta 2 kerap terbawa suasana. Kartini seolah hadir selama dua jam pembacaan. Para pembaca benar-benar membuat Kartini hidup lagi, dan berbicara lewat surat-suratnya. Bahwa ternyata Kartini bukan hanya soal konde dan kebaya, tapi lebih dari itu, dia sosok yang kaya akan buah pikiran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.