Kompas.com - 22/04/2013, 14:49 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Masyarakat Inggris terlihat sangat profesional dengan pekerjaan mereka sehari-hari. Namun siapa sangka, ternyata hampir setengah dari pekerja kantoran di negara ini merasa stres dengan pekerjaan mereka setiap harinya.

Berdasarkan sebuah penelitian baru dari British Heart Foundation, satu dari lima pekerja Inggris terpaksa harus tergesa-gesa saat menghabiskan jam makan siang karena banyaknya pekerjaan yang menanti mereka. Repotnya, atasan mereka juga tidak peduli mengenai kesehatan karyawannya karena hal itu tidak lagi menjadi sebuah prioritas dalam hubungan kerja mereka.

Pekerjaan rupanya dipandang sekadar sebagi rutinitas yang wajib dijalani setiap hari. Penelitian yang dilakukan kepada 1.200 responden ini menemukan, banyak pekerja yang melakukan pekerjaan hanya berdasarkan perintah, dan tidak melakukan inisiatif lainnya. Fakta menyedihkan lainnya, seperlima dari para pekerja tidak memiliki aktivitas fisik sama sekali, dan seperempatnya hanya mengelola pekerjaan mereka sekitar 20 menit sehari.

Penelitian yang sama juga menyatakan bahwa stres yang ditimbulkan disebabkan karena beban pekerjaan yang terlalu banyak, dan tidak adanya kompromi terhadap kesehatan pribadi karena tuntutan hidup yang tinggi. Sehingga, banyak di antara mereka yang diharuskan bekerja lembur guna menyelesaikan pekerjaannya. Seiring tuntutan tersebut, mereka hanya mengandalkan kopi atau cokelat panas untuk mengatasi stres di tempat kerja.

Sepertinya apa yang dialami oleh para pekerja di Inggris, serupa dengan tingkat stres pekerja yang terjadi di Indonesia. Biaya hidup yang semakin tinggi, serta makin tingginya tuntutan bisnis di perusahaan membuat mereka menghabiskan waktu sehari-hari dengan pekerjaan yang tak ada habisnya, dan pada akhirnya mengakibatkan stres.

Apakah Anda mengalami hal yang sama?

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.