Balita Ini Sakit akibat Kecanduan Ipad

Kompas.com - 22/04/2013, 21:05 WIB

KOMPAS.com — Seorang anak perempuan berusia 4 tahun harus menerima perawatan dari psikiater karena mengalami kecanduan Ipad. Bocah yang tidak disebutkan namanya ini tercatat menjadi pecandu Ipad termuda di Inggris.

Gadis ini diyakini bukan satu-satunya yang menunjukkkan perilaku kompulsif akibat penggunaan gadget yang berlebihan sejak usia dini. "Pasti masih banyak yang seperti ini," kata psikiater yang menangani sang gadis, Dr Richard Graham dari Capio Nightingale Clinic, London.

Saat ini, lebih dari 50 persen orangtua di Inggris mengizinkan anaknya menggunakan smartphone atau tablet. Satu dari tujuh orangtua mengizinkan penggunaan sampai 4 jam setiap hari. Sebanyak 81 persen orangtua mengakui, buah hatinya menghabiskan waktu terlalu banyak pada perangkat digital tersebut.

Gadis yang berasal dari South East, Inggris, ini telah terpaku pada Ipad sejak usia tiga tahun. Richard mengatakan, saking adiktifnya, bocah ini juga menunjukkan gejala withdrawal saat harus melepas Ipad dari tangannya. Kemunginan besar, kata Richard, masih banyak bocah lain di usia kanak-kanak yang mengalami hal serupa.

Ipad telah menjelma menjadi bahaya nyata. Keberadaan Ipad dengan beragam warna, animasi, dan game berisiko menjadikan anak ketergantungan. Apabila ketergantungan terjadi, anak akan mengamuk (tantrum) dan tidak mampu mengontrol tingkah lakunya ketika Ipad diambil. Untuk mencegah ini terjadi, Richard menyarankan supaya orangtua tetap menjauhkan Ipad dari jangkauan buah hatinya.

"Saat ini Ipad, Ipod, Iphone, dan berbagai perangkat digital telah menjadi mainan baru bagi bayi dan anak di bawah tiga tahun," kata pemerhati anak, Tanith Carey.

Hal ini bisa dilihat dari jenis hukuman yang diterapkan orangtua pada anak. Hukuman fisik atau yang bersifat mendidik perlahan ditinggalkan, berganti dengan penyitaan perangkat digital. Hal tersebut memicu tantrum yang disebut berdasarkan merek perangkat, misal tantrum karena Ipad disebut Ipaddy.

Berbagai perangkat teknologi juga berubah menjadi perangkat pengajaran dan "penyelamat" anak. Misalnya, pelindung tablet dari liur bayi saat sedang menggunakannya. Pelindung ini bahkan bisa dikeluarkan dari casing Ipad. Yang terbaru adalah Ipotty, yang dijelaskan sebagai pispot yang digabung dengan Ipad sehingga nyaman bagi anak walau sambil berdiri. Hal ini berarti anak tidak pernah berpisah dengan Ipadnya meski saat toilet training.

Walau tidak sampai mendapat perawatan inap, kasus kecanduan Ipad gadis 4 tahun ini selayaknya menjadi pelajaran. Richard menyarankan orangtua tidak menggunakan Ipad, game console, atau smartphone apa pun sebagai sarana memberi penghargaan, pengalih perhatian, dan menenangkan anak. Orangtua sebaiknya mengedepankan komunikasi dalam mengajar dan menenangkan anak-anaknya.

Orangtua sebaiknya segera waspada apabila anaknya gelisah ketika gadget diambil, lebih suka di dunia maya, dan kerap marah jika kebiasaannya terkait barang berteknologi tersebut dipertanyakan. "Sebaiknya segera beri perhatian. Bila perlu penanganan, segera berikan sebelum anak berusia 11 tahun," kata Richard. Penanganan pada usia dini relatif lebih mudah dibandingkan ketika beranjak remaja. 



EditorAsep Candra

Close Ads X