Mendeteksi Gangguan Motorik pada Anak - Kompas.com

Mendeteksi Gangguan Motorik pada Anak

Kompas.com - 24/04/2013, 16:20 WIB

KOMPAS.com - Deteksi dini gangguan fungsi motorik dan postur akibat gangguan perkembangan otak atau palsi serebral (PS) tidak perlu menggunakan alat-alat canggih berteknologi tinggi. Karena kini gejala PS dapat dideteksi juga melalui cara yang lebih mudah, yaitu dengan melihat gejala klinisnya.

PS adalah problem fungsi motorik, postur, dan gerak akibat gangguan perkembangan otak yang bersifat non-progresif. Meskipun PS merupakan problem motorik yang bersifat statis, sebagian anak dengan PS dapat mengalami masalah lain seperti keterbelakangan mental, epilepsi, gangguan penglihatan maupun pendengaran.

Dokter spesialis anak FKUI/RSCM dr. R.A Setyo Handryastuti mengatakan, selama ini PS dapat dideteksi dini dengan pemeriksaan elektroensefalografi (EEG), magnetic resonance imaging (MRI), cerebral function monitoring (CFM), dan beberapa metode pemeriksaan canggih lainnya. Sayangnya deteksi dini dengan pemeriksaan canggih ini sulit diterapkan di Indonesia.

"Tidak semua penyedia layanan kesehatan kebidanan mempunyai fasilitas pemeriksaan canggih. Selain itu diperlukan keterampilan khusus untuk melihat hasil pemeriksaannya," paparnya dalam Sidang Disertasi: Deteksi Dini Palsi Serebral pada Bayi Risiko Tinggi" untuk mendapatkan gelar doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Jakarta, Rabu (24/4/2013).

Deteksi dini, lanjut Setyo, dilakukan pada bayi berusia 0-12 bulan. Cara yang lebih mudah untuk melakukan deteksi dini PS yaitu dengan pengamatan klinis sesuai dengan usia bayi. Pengamatan terdiri dari evaluasi postur, tonus otot, refleks primitif, reaksi postural.

Setyo mengatakan, orangtua perlu mencurigai anaknya mengalami PS jika anak tidak dapat melakukan gerakan motorik yang umumnya sudah dapat dilakukan oleh anak seusianya.

"Misalnya, bayi usia 4 bulan sudah bisa melepas genggamannya. Sedangkan bayi dengan PS belum bisa. Refleks juga begitu, bila bayi ditegakkan dan terjatuh, seharusnya ia sudah dapat mengangkat tangannya," tutur Staf Pengajar Luar Biasa Departemen Ilmu Kesehatan FKUI ini.

Setyo mengatakan, angka kejadian PS cukup tinggi, meskipun belum dapat dipastikan angkanya. Di RSCM dari 150 bayi risiko tinggi terdapat 24-26 persen bayi dengan PS. Bayi risiko tinggi antara lain lahir dengan berat badan lahir kurang dari 1500 gram, prematur, meningitis di usia muda, pendarahan intrakranial, pemakaian ventilator lebih dari 48 jam, dan kelainan pada USG.

"Deteksi dini PS sangat penting untuk menghindari bayi terkena masalah-masalah kesehatan yang lebih berat nantinya," tandas Setyo.

Selain dapat menimbulkan masalah kesehatan yang cukup banyak, juga memiliki komplikasi yang banyak pula. Komplikasi PS antara lain infeksi kronik karena tidak bisa bergerak, malnutrisi, gangguan pertumbuhan, gangguan berkemih, dan beberapa gangguan lain karena masalah motorik lainnya.


EditorLusia Kus Anna

Terkini Lainnya

Adidas Gali 'Harta Karun', Produksi Lagi Sneaker Klasik 'Trimm Star'

Adidas Gali "Harta Karun", Produksi Lagi Sneaker Klasik "Trimm Star"

Look Good
4 Alasan Sehat untuk Menyukai Kayu Manis

4 Alasan Sehat untuk Menyukai Kayu Manis

Eat Good
Tips Mudah Mengecilkan Perut Buncit

Tips Mudah Mengecilkan Perut Buncit

Look Good
Mengapa Olahraga Bikin Kulit Tak Cepat Tua

Mengapa Olahraga Bikin Kulit Tak Cepat Tua

Look Good
Susah Menemukan Jodoh, Mungkin Penyebabnya Kita Sendiri

Susah Menemukan Jodoh, Mungkin Penyebabnya Kita Sendiri

Feel Good
5 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Menyebabkan Perut Buncit

5 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Menyebabkan Perut Buncit

Feel Good
Tips Menyiasati Budget Rendah untuk Dekor Pernikahan

Tips Menyiasati Budget Rendah untuk Dekor Pernikahan

Feel Good
4 Bahaya Kesehatan Akibat Punya Perut Buncit

4 Bahaya Kesehatan Akibat Punya Perut Buncit

Feel Good
Gagal Diterima Kerja karena Tes Kesehatan? Simak Tipsnya...

Gagal Diterima Kerja karena Tes Kesehatan? Simak Tipsnya...

BrandzView
Jarak Ideal Kehamilan Anak Pertama dan Kedua

Jarak Ideal Kehamilan Anak Pertama dan Kedua

Feel Good
Lezatnya Rasa Manis Pedas Babat Gongso Legendaris dari Semarang

Lezatnya Rasa Manis Pedas Babat Gongso Legendaris dari Semarang

Eat Good
Gampang Tersinggung, Ciri Orang yang Merasa 'Insecure'

Gampang Tersinggung, Ciri Orang yang Merasa "Insecure"

Feel Good
Yuk, Gemukkan Badan Secara Alami

Yuk, Gemukkan Badan Secara Alami

Look Good
3 Perubahan Fungsi Seksual Pada Pria Berumur

3 Perubahan Fungsi Seksual Pada Pria Berumur

Feel Good
Memerangi Sedotan Plastik di Hari Bumi

Memerangi Sedotan Plastik di Hari Bumi

Feel Good
Close Ads X