Kompas.com - 24/04/2013, 20:37 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Bukan hanya karena jadi brand ambassador untuk sebuah label busana batik, tapi memang karena telah jatuh cinta dengan kain tradisional, begitu pengakuan Annisa Pohan. Setiap kali berkunjung ke daerah-daerah, dia akan membeli sejumlah batik, tenun, atau songket.

"Selain untuk dipakai, saya simpan sebagai koleksi, supaya nanti juga bisa diwariskan turun-temurun," ujarnya, usai peragaan busana Alleira Batik di Lamoda Cafe, Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (24/4/2013).

Menurut Annisa, kain tradisional akan bernilai sangat tinggi di kemudian hari dan mungkin tidak bisa diukur secara materi. Koleksi yang dibuat tangan, atau batik tulis, yang pengerjaannya sangat khusus menjadi koleksi yang ia simpan dengan cermat.

"Walaupun kain tradisional tapi desainnya tetap modern. Jadi tidak harus pakai kebaya, bisa juga dalam bentuk blus, kemeja, atau rok," ujarnya menambahkan.

Tahun ini memasuki tahun ketujuh Annisa menjadi brand ambassador Alleira Batik. Sejak itu pula, kata dia, kecintaan pada penggunaan kain tradisional dan motif khas daerah makin menjadi.

"Tidak hanya baju, tapi juga aksesori. Seperti yang saya kenakan sekarang adalah aksesori dari replika perhiasan daerah Jambi, dari Manjusha," ujarnya.

Istri Agus Harimurti Yudhoyono ini mengaku sudah terlalu jatuh cinta dengan kekayaan daerah Indonesia. Beberapa koleksi kain tradisi miliknya juga kerap dipakai dalam acara resmi yang ia hadiri.

"Kalau bicara motif apalagi, ada ribuan, dan kalau orang tanya apakah nyaman dipakai, selama ini saya merasa nyaman," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X