Kompas.com - 01/05/2013, 11:00 WIB
EditorDini

T:
Istri saya sudah hamil, usia kandungannya dua bulan. Akan tetapi istri saya jarang makan. Bahkan sehari makan cuma sekali, terkadang tidak makan sama sekali. Kalau saya kasih tahu dia untuk makan, dia malah marah dan bilang kalau tidak mau makan itu bawaan bayi. Apakah alasan istri saya itu bisa dibenarkan? (Robin, 23)

J:
Dear Robin,
Pertama-tama saya ucapkan selamat atas kehamilan istri Anda. Seorang wanita hamil membutuhkan nutrisi yang tepat sesuai dengan kondisi dan usia kehamilannya. Nutrisi menjadi penting pada ibu hamil, karena jika terjadi kekurangan zat gizi tertentu selama masa kehamilan akan menimbulkan gangguan pembentukan organ yang bersifat menetap.

Seorang ibu hamil dikatakan berisiko kurang gizi jika tidak mengerti mengenai gizi, kurang mengonsumsi makanan yang bergizi, berat badan tidak naik selama hamil, dan lain sebagainya. Ada pun zat gizi yang diperlukan seorang ibu hamil adalah sebagai berikut:

* Energi: Ibu hamil perlu tambahan kalori sebanyak 180 kkal sampai tiga bulan pertama. Untuk bulan ke-4 sampai 9 membutuhkan tambahan sekitar 300 kkal. Tambahan 180 kkal dapat diberikan dalam bentuk satu gelas susu per hari.
* Karbohidrat (seperti nasi, kentang, ubi, mie, tepung, gandum, sereal, dll): Sangat diperlukan sebagai sumber energi bagi otak janin dan pertumbuhannya.
* Protein (daging, ikan, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, dll): Penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.
* Lemak (minyak, asam lemak omega 3, 6, 9): Penting untuk pertumbuhan fisik dan struktur jaringan otak janin.
* Asam folat dan vitamin B12 (sereal, daging, susu, dll): Untuk peningkatan sel darah ibu, mencegah kelainan tabung saraf janin, dan lain-lain.
* Kolin (kuning telur, sayuran): Penting untuk perkembangan struktur otak dan fungsi memori janin, mencegah bayi lahir prematur dan dengan berat badan kurang.
* Kalsium, fosfat, dan magnesium (susu, ikan, brokoli, dll): Untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin.
* Zat besi dan zinc (sayuran hijau, daging, hati, dll): Untuk cadangan pembentukan darah saat melahirkan, sintesis protein, dan perkembangan janin.
* Serat (sayur dan buah): Mencegah sembelit pada ibu, dan menurunkan risiko kejang saat melahirkan.

Jika melihat uraian di atas, tampak bahwa nutrisi sangat dibutuhkan oleh janin dan harus dikonsumsi oleh ibu selama masa kehamilan maupun saat menyusui. Nutrisi yang tepat penting bukan semata-mata untuk janin saja, namun juga baik bagi kesehatan ibu.

Dengan demikian alasan yang diberikan istri Robin kuranglah tepat. Alangkah baiknya jika Robin dapat menjelaskan mengenai pentingnya nutrisi atau dapat juga meminta penjelasan dokter saat istri melakukan pemeriksaan kehamilan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X