Kompas.com - 15/05/2013, 16:06 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - "Saya (31) ibu rumah tangga dari seorang anak. Sejak menikah, setiap kali berhubungan badan dengan suami, saya selalu kesakitan. Sewaktu pasang spiral, menurut dokter kandungan yang menangani, baru ketahuan kalau liang sanggama saya tergolong pendek, cuma sekitar 4 cm. Padahal wanita Indonesia, katanya, rata-rata 7 cm. Apa benar karena liang sanggama yang pendek itu hubungan suami istri jadi terasa sangat menyakitkan buat saya?

Selain itu, vagina saya sering terasa gatal hebat, padahal saya rajin cebok dan ganti celana dalam. Yang saya heran, biasanya kan gatal dibarengi dengan keputihan, tapi saya tidak mengalami keputihan tuh, Dok. Saking gatalnya saya sering tidak tahan untuk tidak menggaruknya sampai lecet dan terasa perih. Bahkan, saya sampai malu bila rasa gatal itu menyerang selagi ada tamu atau ketika saya sedang berjalan di depan umum. Penyakit apa ya, Dok, yang saya derita ini dan bagaimana mengatasinya? Mohon jawaban Dokter dan terima kasih banyak sebelumnya." (Nur, Bogor)

Anak Anda lahir normal atau operasi sesar? Bila normal, kemungkinan vagina pendek kecil sekali. Vagina itu sangat elastis karena bayi dengan berat normal dapat melaluinya tanpa hambatan berarti. Coba konsultasi dengan dokter kandungan lain untuk menilai kondisi vagina Ibu.

Nyeri saat sanggama (dispareuni) dapat disebabkan oleh banyak faktor, dari faktor kejiwaan (misal, ketakutan atau keengganan untuk melakukan hubung­an intim) hingga abnormalitas bentuk vagina (mi­sal, ada sekat atau daging tumbuh). Semua faktor tersebut harus disingkirkan sebelum menyatakan adanya dispareuni.

Rasa gatal di vagina tanpa mengeluarkan cairan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau iritasi sesuatu. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan biakan kuman dari vagina. Hindari pula pakaian dalam yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Pakaian dalam yang terbuat dari katun lebih jarang menimbulkan reaksi alergi atau iritasi.

Air mandi atau air pembilas pascabuang air kecil maupun buang air besar bila mengandung logam berlebih juga dapat menimbulkan iritasi dan rasa gatal di daerah kemaluan. Bila Ibu ragu dengan kebersihan air tersebut, jangan diguna­kan. Untuk sementara dapat dibersihkan dengan tisu basah yang diformulasikan khusus untuk bayi. Terima kasih atas pertanyaannya.

(Tabloid Nakita/Dr Judi Januadi Endjun, SpOG, dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.