Kompas.com - 16/05/2013, 08:01 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Major Minor merupakan salah satu label fashion yang berhasil menembus pasar internasional. Brand yang dimiliki desainer Ari Seputra, Sari Seputra, Inneke Margarethe, dan Ambar Pratiwi ini dilirik oleh Harvey Nichols, department store terkemuka di Inggris. Setelah memajang produknya di toko online Harvey Nichols Februari lalu, Major Minor juga sudah menerima repeat order untuk koleksi tersebut.

"Sangat mengharukan ketika tahu bahwa produk kami bisa tampil bersama brand fashion dunia lainnya, seperti Red Valentino, Alexander McQueen, Dolce and Gabbana, dan lainnya. Namun ini memacu kami untuk tetap konsisten berkarya dan menghasilkan yang terbaik," ungkap Arie Seputra kepada Kompas Female, sesaat setelah fashion show "A Tribute to Major Minor" di Moovina, Plaza Indonesia, Selasa (14/5/2013) lalu.

Nah, bagi Anda yang penasaran dengan koleksi busana Major Minor untuk Harvey Nichols, Anda kini bisa mendapatkan koleksi busana yang sama di official store Major Minor di eX Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Nantinya semua koleksi Major Minor yang dijual di Harvey Nichols juga akan dijual di toko ini. Sebagai pembuka, mereka mulai memasarkan koleksi Spring/Summer 2013.

"Koleksinya terinspirasi dari kain sasirangan asli Kalimantan, namun dihadirkan dengan sentuhan yang lebih modern," jelas Arie. Kesan modern yang dimaksudnya didapatkan dari penggunaan teknik digital print untuk mendapatkan motif kain sasirangan dan celup ikat (tie dye).

Koleksi Spring/Summer 2013 sebagian besar merupakan dress. Arie mengatakan, masyarakat Eropa memang sangat menyukai baju terusan atau dress karena dianggap lebih feminin, simpel, dan seksi karena menonjolkan lekuk tubuh mereka. Gaun-gaun yang dibuat Major Minor terlihat sangat sederhana, dengan model sleeveless dan one shoulder. Busana-busananya terlihat unik dengan penggabungan warna yang berbeda-beda dan asimetris.

Warna-warna yang dihadirkan kebanyakan cerah, seperti kuning, merah, pink, biru, dan putih. Warna cerah ini digambarkan sebagai lambang keceriaan di musim panas. Namun, beberapa warna gelap seperti hitam, dan biru tua juga dihadirkan untuk Anda yang tak terlalu suka dengan warna cerah.

"Meski baju dan kualitasnya sama, namun harga jualnya di sini jauh lebih murah dibandingkan di Harvey Nichols. Walau sebenarnya di Harvey Nichols juga harganya sangat murah bila ketimbang brand lain. Jadinya nggak aneh kalau bajunya laris kayak kacang goreng," urainya seraya tertawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X