Berubah, Motivasi Orang Lakukan Operasi Plastik

Kompas.com - 21/05/2013, 14:34 WIB
EditorDini

KOMPAS.com – Penggunaan media sosial membuat kita ketergantungan terhadap hal itu. Menurut jajak pendapat American Academy of Facial Plastics and Reconstructive Surgery (AAFPRS), begitu pentingnya peran media sosial dalam hidup kita, bahkan media ini menjadi sarana pencitraan diri kita. Apa yang kita tampilkan di sana, itulah yang menjadi penilaian utama mengenai diri seseorang.

"Kita hidup di dunia yang sangat visual, dan jika ingin mengetahui segala sesuatu mengenai dunia ini, kita tinggal mencarinya melalui Google atau Facebook. Kita juga memilih berkomunikasi melalui online dibandingkan harus bertemu tatap muka,” ujar Sam Rizk, MD, seorang anggota AAFPRS dan direktur Facial Plastic Surgery di Manhattan, New York City.

Menurut RIzk, ia sering melihat pria dan wanita berpenampilan eksekutif atau berkelas agar lebih terlihat di mata publik. Foto mereka ada di mana-mana, dan mereka tidak tahu foto itu telah tersebar ke mana saja. Penampilan mereka seolah sedang tampil di layar televisi. Agar tampil prima, meskipun hanya untuk mejeng di media sosial, banyak orang rela melakukan berbagai prosedur kosmetik.

"Facebook, YouTube, dan Instagram telah menjadi pendorong hadirnya semua prosedur kosmetik dari Botox hingga neck lift, " tambahnya.

Dari survei terhadap 753 responden AAFPRS, para ahli bedah plastik wajah dapat menggambarkan tren yang mereka lihat dalam bedah rekonstruksi dan kosmetik. Yang mengejutkan, para ahli bedah plastik melihat peningkatan sebanyak 31 persen dalam permintaan operasi plastik hanya karena orang ingin terlihat cantik di akun media sosialnya.

Dalam survei sebelumnya, terlihat pembesaran payudara tetap merupakan pilihan utama dalam dunia bedah kosmetik. Namun para ahli bedah plastik melihat peningkatan prosedur seperti botox, pengencangan lengan atas, rhinoplasty (rekonstruksi hidung), dan facelift (pengencangan wajah) mulai diminati. Yang mengejutkan, semua itu didorong keinginan tampil keren di media sosial. 

Tanpa penampilan yang prima, orang menjadi kurang percaya diri untuk sekadar tampil di media sosial. Hal ini terlihat dari survei yang digelar majalah Shape bekerjasama dengan situs SheKnows.com untuk mencari tahu pendapat para pembaca tentang penampilan tubuh mereka. Terlihat, 42 persen pembaca menganggap media sosial membuat mereka merasa kurang percaya diri dengan penampilan mereka.

"Situs media sosial merupakan pusat tersebarnya banyak foto," kata ahli bedah plastik Matthew Schulman, MD, yang berbasis di New York. "Semua orang ingin melihat bagaimana pacar SMA mereka sekarang, dan tidak ada yang ingin dianggap jelek atau tua."

Dr Schulman juga mengatakan, ia telah melihat peningkatan yang signifikan dalam permintaan operasi plastik dari orang-orang yang khawatir mengenai bagaimana penampilan mereka di dunia maya, sama halnya dengan hasil survei yang dilakukan AAFPRS.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X