Tawaran Kerja Tak Sesuai "Background" Pendidikan

Kompas.com - 23/05/2013, 11:24 WIB
EditorDini

T:
Mbak Ainy, saya sempat mengajar di luar kota, meski hanya sebentar. Tetapi mungkin karena saya tertekan dengan lingkungan dan kurang bisa adaptasi, akhirnya saya kembali ke daerah asal saya. Sekarang saya menganggur. Saya jadi enggan keluar rumah, karena merasa tertekan dan malu. Di sisi lain saya  ingin sekali segera bekerja. Saya sudah melamar ke sekolah-sekolah, namun belum ada hasil. Kemungkinan saya bisa bekerja di luar latar belakang pendidikan saya, dan itu kurang membuat saya nyaman karena tidak sesuai ijazah saya.

Mbak Ainy, saya ragu dan bingung untuk melangkah atau memutuskan. Terus terang saya pemalu dan tertutup. Saya berpikir: masa sudah kuliah, malah bekerja seperti ini? Orang yang tidak kuliah pun bisa. Meski saya tahu itu hanya rencana sementara. Saya tahu ada yang salah dengan diri saya. Apa solusinya mbak Ainy? Terimakasih. (Risma, 25 tahun)

J:
Mbak Risma yang budiman,
Menyadari kesalahan diri sendiri adalah sikap yang luar biasa. Karena, dengan kesadaran inilah Mbak bisa melangkah sekaligus mengambil tindakan nyata. Banyak poin positif yang Anda ungkapkan di penjelasan Anda seperti kesadaran diri Anda untuk bisa beradaptasi serta menghadapi tekanan lingkungan. Dua hal inilah yang membuat Anda merasa semakin tertekan dengan kondisi Anda saat ini.

Rasa malu Anda karena tidak bekerja telah membuat Anda tertekan. Anda menjadi enggan keluar rumah. Akibatnya Anda semakin merasa tertekan dan malu. Sayangnya masalah Anda tidak berhenti sampai di sini. Keinginan Anda untuk bekerja kembali sebagai seorang guru yang Anda inginkan belum terlaksana.

Di sisi lain, Anda memiliki kesempatan bekerja. Hanya saja Anda tidak suka dengan pekerjaan itu karena tidak sesuai dengan background pendidikan Anda, plus Anda merasa rendah karenanya. Lengkaplah sudah penderitaan Anda.

Tahukah Anda, siapakah musuh terbesar kita dalam hidup ini? Diri kita sendiri. Lalu, apa hubungannya dengan kondisi Anda saat ini? Mbak Risma menginginkan "sesuatu" tetapi Anda tidak "melakukannya". Anda menginginkan sesuatu berjalan sesuai keinginan Anda, tetapi Anda tidak mau melalui "prosesnya". Padahal untuk meraih apa yang kita impikan, kita harus mau melalui proses yang berupa kesulitan, tekanan, ketidaknyamanan, dan sebagainya.

Mbak Risma, setiap diri kita memiliki kesulitan. Di dunia ini ada dua golongan manusia saat dihadapkan pada kesulitan. Golongan pertama, ia bertekad melalui setiap kesulitan demi meraih impian. Sementara itu, golongan kedua adalah orang yang tidak mau melalui kesulitan karena ia tidak mau merasa tertekan, tetapi tetap menginginkan impiannya tercapai. Dari dua golongan itu, golongan yang manakah Anda selama ini?

Golongan kedua adalah orang yang tidak bertanggung-jawab pada dirinya sendiri. Ia sedih karena dirinya sendiri, yang cenderung mencari sesuatu yang tidak ia miliki, tetapi justru mengabaikan sesuatu yang ia miliki.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan mulai sekarang? Pertama, terimalah apa pun kondisi Anda saat ini. Tinggalkan pikiran negatif Anda yang membuat Anda merasa tidak nyaman dan tertekan. Tidak perlu malu. Hadapi. Keluarlah dari rumah, dan sapalah orang-orang yang Anda temui. Minimal tersenyum kepada mereka. Anda tidak serendah yang Anda kira. Anda tidak seburuk yang Anda kira. Begitu juga dengan para tetangga Anda. Mereka tidak pernah berpikir untuk merendahkan Anda.

Kedua, syukuri setiap kebaikan yang Anda dapatkan, dan kebaikan yang bisa Anda lakukan. Contohnya, ya seperti yang Anda lakukan sekarang ini. Memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan Anda melalui kolom ini adalah tindakan yang luar biasa. Apa yang Anda lakukan sekarang adalah luar biasa, dan saya sangat menghargai kemauan Anda untuk berubah menjadi lebih baik, dan terbaik dari diri Anda sendiri. Ucapkan Alhamdulillah setiap kali Anda mengingat kebaikan yang Anda dapatkan, dan kebaikan yang Anda lakukan.

Ketiga, beranilah memutuskan dan menghadapi resikonya. Artinya, jika Anda bersikeras untuk mengajar sesuai background Anda, maka Anda harus tahu resikonya. Dan jika Anda memutuskan untuk bekerja yang tidak sesuai dengan background Anda, lakukan dengan sepenuh hati. Cintailah pekerjaan baru Anda, apapun itu.

Satu hal yang harus Anda sadari, bahwa di dunia ini tidak ada satupun pekerjaan yang hina kecuali mengambil hak orang lain dan mencelakakan orang lain. Jadi, apa pun pekerjaan itu, selama halal, lakukanlah dengan penuh cinta. Dan pastikan Anda melakukannya dengan yang terbaik dari Anda, dan bukan setengah-setengah apalagi asal bekerja. Lalu, rasakan kebahagiaan yang tentunya layak Anda dapatkan. Selamat melangkah dan menjadi Risma yang luar biasa dan berhati mulia!

Ainy Fauziyah, CPC
Leadership Coach & Motivator
Penulis Buku Best Seller ‘Dahsyatnya Kemauan’
www.ainyfauziyah.com
www.ainymotivationclass.com

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X