5 Larangan Saat Meminjam Dana ke Bank

Kompas.com - 27/05/2013, 21:01 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Ingin tambahan modal usaha, membeli rumah, atau sekadar membeli gadget baru? Bila tabungan belum cukup, ajukan saja pinjaman ke bank. Namun, hindari hal-hal berikut agar Anda tidak terjerat utang.

Meminjam lebih dari yang Anda butuhkan. Karena hanya akan menambah beban pembayaran selamamasa pinjaman.

Cicilan lebih dari 1/3 penghasilan. Ada kemungkinan bank akan menolak permohonan pinjaman bila total cicilan utang Anda (termasuk pinjaman yang baru akan diajukan) melebihi sepertiga dari penghasilan. Pasalnya, bank tak ingin Anda kesulitan membayar kebutuhan lain dan terpaksa mengambil porsi yang seharusnya digunakan untuk membayar cicilan utang. Jadi, bila saat ini total cicilan utang Anda sudah mencapai 33 persen dari penghasilan, kurangi dulu porsi cicilan utang tersebut.

Pinjam lagi sebelum satu pinjaman selesai. Hindari mengambil pinjaman lain sampai cicilan pinjaman sebelumnya selesai. Anda tentu tak ingin penghasilan habis untuk membayar utang, kan? Hindari juga memakai uang pinjaman untuk kebutuhan sehari-hari, kecuali untuk hal-hal yang sangat mendesak, seperti berobat atau membeli barang yang memang penting.

Tergiur syarat mudah, tapi bunga tinggi. Perhatikan besarnya bunga pinjaman. Jangan mudah tergiur dengan persyaratan yang mudah, tapi bunga yang ditawarkan cukup besar. Usahakan pilih lembaga keuangan yang menawarkan  bunga pinjaman paling rendah, dengan jangka waktu angsuran terpendek, sehingga jumlah bunga yang dibayarkan tidak terlalu besar.

Jangan berlebihan. Terutama dalam mengisi permohonan pinjaman. Jangan pula memberi data palsu karena pihak bank bisa dengan mudah mengecek fakta dari permohonan Anda.

(CHIC/Erma Dwi K)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X