Kompas.com - 11/06/2013, 15:01 WIB
Dengan mengikuti World Muslimah, para perempuan muslimah diharapkan lebih berani menunjukkan diri, karena tentu masih banyak potensi terpendam yang mereka miliki dan belum diketahui dunia. KOMPAS.COM/SABRINA ASRILDengan mengikuti World Muslimah, para perempuan muslimah diharapkan lebih berani menunjukkan diri, karena tentu masih banyak potensi terpendam yang mereka miliki dan belum diketahui dunia.
|
EditorFelicitas Harmandini

MEKKAH, KOMPAS.com - Perhelatan World Muslimah Beauty kini bertransformasi menjadi Annual Award of World Muslimah. Penghilangan kata "beauty" menjadi tanda bahwa kontes ini tak lagi mengutamakan kecantikan fisik para peserta. Seluruh muslimah sedunia bisa mendaftar acara ini selama memenuhi kategori education, empowerment, dan apresiasi.

"World Muslimah tidak lagi menggunakan kata-kata beauty, karena penggunaan kata itu masih melekat pada kontes kecantikan. Sementara acara ini beyond beauty pageant," ujar pendiri World Muslimah Foundation, Rofi Zardaida, saat peluncuran kompetisi ini di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (28/5/2013) lalu.

Rofi mengaku sudah berkonsultasi dengan sejumlah ulama untuk menanggalkan kesan kontes kecantikan dalam perhelatan World Muslimah tahun ini. Dengan perubahan konsep ini, maka Annual Award of World Muslimah sama sekali tak mensyaratkan ukuran tubuh seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Urusan tinggi badan dan ukuran tubuh proporsional dihilangkan. Memang hanya diminta, tapi tidak menjadi syarat. Kami tidak mau terjebak bahwa ini hanyalah kontes model," kata mantan jurnalis televisi ini.

Rofi bercita-cita perhelatan World Muslimah bisa mendunia dengan pusat gerakan berada di Indonesia. Ia berharap dengan adanya World Muslimah, maka ada sebuah wadah pergerakan supremasi para muslimah untuk mendedikasikan dirinya untuk masyarakat dan agamanya di usia muda.

Rofi mengaku hal tersebut adalah tantangan berat. "Apalagi saat muslimah di dunia seperti menutup diri. Sehingga, komitmen dan keberanian harus dihargai, sehingga mereka tidak merasa terkucilkan," kata Rofi.

Di negara-negara Islam, utamanya di kawasan Timur Tengah, perempuan masih dalam kondisi terkucilkan. Mereka tidak boleh keluar rumah. Sehingga, Rofi berharap agar para perempuan ini bisa berani menunjukkan diri, karena ia yakin banyak potensi terpendam yang dimiliki para muslimah yang tak diketahui dunia.

Annual Award of World Muslimah adalah ajang pencarian duta muslimah inspiratif sedunia. Bagi Anda yang tertarik mengikuti kontes ini, silakan berkunjung ke www.kom.ps/worldmuslimah dan mengisi formulir registrasi online serta meng-upload foto close up dan full body. Silakan LIKE Fan Page di Facebook "The World Muslimah Beauty" dan FOLLOW Twitter @muslimahworld untuk perkembangan terkini terkait kontes muslimah ini. Pendaftaran dibuka mulai 10 Juni-4 Juli 2013.

Baca juga:
Yuk, Ikut Kompetisi Duta Muslimah Sedunia!



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X