Galeries Lafayette Angkat Nama Desainer Indonesia

Kompas.com - 15/06/2013, 14:50 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Malam pembukaan department store terbesar asal Perancis, Galeries Lafayette, di Mall Pacific Place, Jakarta, memang meriah. Semua pihak seperti bersuka cita termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu. Katanya, gerai fashion terbesar yang sudah berdiri di sejumlah kota besar di dunia itu menjadi pintu gerbang buat mengangkat nama desainer Indonesia.

Ungkapan itu disampaikan Mari di hadapan hampir lebih dari ribuan tamu yang memadati lantai dasar Galeries Lafayette. Beberapa tamu penting yang hadir saat itu di antaranya hadir Corinne Breuze, Duta Besar Perancis untuk Indonesia; Philippe Houze, Chairman of the Executive Board Galeries Lafayette Group; Jeffrie Geovanie, Chairman of PT Panen Galeries Lafayette Indonesia; serta V.P Sharma, CEO PT Mitra Adi Perkasa (yang mengelola Galeries Lafayette di Indonesia).

“Keberadaan Galeries Lafayette di Indonesia menjadi penting, karena turut mengangkat nama sejumlah desainer Indonesia berkelas dunia,” ungkap Mari saat menyampaikan sambutannya di podium, Kamis (13/6/2013) lalu.

Mari lalu menyebut sejumlah nama desainer yang berkesempatan memamerkan koleksinya di Galeries Lafayette (GL), seperti Biyan, Sebastian Gunawan, Sapto Djojokartiko, Ardistia, Stella Rissa, Mel Ahyar, Ina Thomas, Amy Atmanto, Hian Tjen, Albert Yanuar, dan Friederich Herman. Koleksi mereka mendapat tempat dan diperagakan di lantai satu dan dua. Biyan, lewat brand Studio 133, mendapat tempat khusus mengisi koleksi gaun malam serta busana sehari-hari di dua lantai.

“Pemilihan desainer lokal sudah menjadi konsep yang diusung oleh Galeries Lafayette, seperti yang sebelumnya juga dilakukan di Berlin,” ujar Thierry Prevost, Vice President International Development Galeries.

Tidak tertutup kemungkinan, desainer yang terpilih juga mendapat kesempatan untuk memamerkan koleksinya di Paris, Berlin, Casablanca, atau Dubai. Menurut Thierry, kemungkinan untuk saling tukar koleksi bisa saja terjadi. Dengan demikian, publik di luar negeri pun dikenalkan pada koleksi rancangan desainer Indonesia.

Torsten Stiewe, Head Buyer Galeries Lafayette, mengungkapkan, pemilihan desainer-desainer lokal merujuk pada koleksi yang unik, dan punya standar rancangan tersendiri yang diminati oleh publik. “Setiap tiga bulan dan enam bulan sekali ada review untuk koleksi yang kami pamerkan,” ujarnya menambahkan.

Di Galeries Lafayette Berlin atau pun Paris, biasanya koleksi dinilai kembali per musim. Di Indonesia, review dilakukan menggunakan hitungan bulan. Torsten menuturkan bahwa koleksi yang dipajang di GL merupakan koleksi eksklusif dari perancang yang tidak dipamerkan di tempat lain. Sehingga GL dapat memastikan para penggemar koleksi desainernya mendapatkan koleksi yang berbeda.

Di saat mengitari gerai, beberapa koleksi dari desainer lokal memang tampak mencolok dan memberi nafas berbeda karena diapit oleh brand-brand internasional. Koleksi Biyan yang ada di area gaun malam terlihat memiliki ciri khas sendiri yang feminin dan elegan. Koleksi Amy Atmanto yang kerap membuat gamis dan busana muslim juga tampak mencuri perhatian. Begitu juga koleksi Votum by Sebastian Gunawan.

Koleksi Stella Rissa berdekatan dengan Friederich Herman dan Ardistia. Mereka mengisi spot di tengah lorong yang mencolok di antara brand asal Denmark, Inggris, dan Amerika Serikat di lantai tiga yang didominasi busana wanita kasual.

Selain nama-nama desainer di atas, ada koleksi batik Alleira di koleksi busana pria. Batik-batik pernuh warna dan gradasi ini menjadi menonjol di antara nama-nama brand internasional seperti Ted Baker London, Jack & Jones, dan Giordano.

Seperti disampaikan Mari, menyaksikan beberapa koleksi desainer Indonesia di Galeries Lafayette memang memberi kesan tersendiri. Mestinya para fashionista yang kerap berbelanja hingga ke Singapura sudah tidak perlu lagi ke sana, karena sudah ada Galeries Lafayette sebagai gantinya.

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perlukah Inovasi agar Ulos Lebih Dikenal?

Perlukah Inovasi agar Ulos Lebih Dikenal?

Look Good
Cegah Diabetes Melitus, Penyakit akibat Gaya Hidup

Cegah Diabetes Melitus, Penyakit akibat Gaya Hidup

Feel Good
Belum Dirilis, Air Force 1 G-Dragon Sudah Jadi Tren

Belum Dirilis, Air Force 1 G-Dragon Sudah Jadi Tren

Look Good
Hubungan Keluarga yang Buruk Membuat Kita Rentan Terserang Penyakit

Hubungan Keluarga yang Buruk Membuat Kita Rentan Terserang Penyakit

Feel Good
Tak Perlu Sungkan, Katakan Tidak Bila Memang Tak Sanggup

Tak Perlu Sungkan, Katakan Tidak Bila Memang Tak Sanggup

Feel Good
Tips Memilih Makanan Sehat Saat Makan di Luar

Tips Memilih Makanan Sehat Saat Makan di Luar

Eat Good
Siap-siap Bermain Bersama Anak di World of Imagination

Siap-siap Bermain Bersama Anak di World of Imagination

Feel Good
Mengapa Kebiasaan Merokok Bisa Bahayakan Jantung

Mengapa Kebiasaan Merokok Bisa Bahayakan Jantung

Feel Good
Bukan Sekedar Bercerita, Ini 5 Manfaat Dongeng untuk Otak Anak

Bukan Sekedar Bercerita, Ini 5 Manfaat Dongeng untuk Otak Anak

Feel Good
Waspada Bahaya Diabetes di Balik Jajanan Kekinian

Waspada Bahaya Diabetes di Balik Jajanan Kekinian

Feel Good
Aktif Bergaul Bikin Boros dan Mudah Berutang

Aktif Bergaul Bikin Boros dan Mudah Berutang

Feel Good
Tujuh Cara Menjadi Ayah Hebat

Tujuh Cara Menjadi Ayah Hebat

Feel Good
Tips Mengatur Keuangan Bagi 'Single Parent'

Tips Mengatur Keuangan Bagi 'Single Parent'

Feel Good
Satu Alpukat Setiap Hari untuk Menjaga Kesehatan

Satu Alpukat Setiap Hari untuk Menjaga Kesehatan

Eat Good
Jumlah Like Instagram Disembunyikan, Setuju?

Jumlah Like Instagram Disembunyikan, Setuju?

Feel Good
komentar di artikel lainnya
Close Ads X