Kompas.com - 24/06/2013, 11:57 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Setiap tahunnya 48 juta orang sakit karena keracunan makanan. Keracunan tersebut salah satunya disebabkan bakteri yang berasal dari bahan pangan yang tidak dimasak atau dicuci dengan baik. Bakteri tersebut akan bertahan hidup dan menimbulkan penyakit jika tertelan.

Beberapa jenis bakteri yang sering mengontaminasi makanan antara lain E.coli, Salmonella, dan listeria. Bakteri listeria biasanya sering mencemari tanaman, sedangkan E.coli dan Salmonella mencemari produk hewani.

Untuk mengetahui seberapa besar kontaminasi bakteri pada produk pertanian, peneliti melakukan riset pada 12 perkebunan. Lokasi penelitian terdapat di barat dan tenggara Amerika. Riset ini mencakup kandungan E.Coli pada tiap produk, pengetahuan pekerja kebun tentang kebersihan, dan aplikasinya ketika di kebun.

Hasilnya, 7 persen dari 12 perkebunan bayam yang diteliti terkontaminasi E.Coli. Walau angkanya rendah, bukan berarti risiko keracunan menurun. Hal ini dikarenakan produsen bisa menjualnya ke berbagai tempat.

Kendati begitu, peneliti menemukan cara meminimalisir terjadinya kontaminasi. Yaitu, dengan menyediakan kamar mandi atau toilet yang tidak jauh dengan tanah pertanian. Hal ini memudahkan pekerja mencuci tangan di tempat yang pantas. Kontaminasi bakteri juga berkurang bila pekerbunan dekat dengan jalur

Kontaminasi E.Coli juga berkurang bila perkebunan dekat dengan jalan raya atau hutan.
Namun, konsumen tidak perlu bergantung pada petani dan pekerja kebun untuk membuat produknya tetap bersih. The Centers for Disease Control and Prevention menyediakan petunjuk bagi konsumen untuk menjaga keamanan pangannya.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pengolahan bahan pangan.
1. Cuci tangan sebelum memegang bahan makanan. Peralatan memasak, papan pemotong, dan rak penyimpanan harus selalu bersih.

2. Cuci sayur dan buah dalam air dingin mengalir

3. Pisahkan daging mentah dengan produk lain sebelum dimasak bersama

4. Masak dan dinginkan makanan makanan dalam suhu yang sesuai, bila akan disimpan. Daging harus dimasak dengan suhu 71 derajat C. semua makanan harus disimpan dalam suhu maksimal 4,4 C.

Dengan langkah ini diharapkan kontaminasi bakteri berkurang, sehingga bahan makanan lebih aman dikonsumsi.



Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.