Kenali Stadium Keparahan Wasir

Kompas.com - 25/06/2013, 10:49 WIB
Konsumsi cukup cairan dan makanan berserat untuk mencegah sembelit. shutterstockKonsumsi cukup cairan dan makanan berserat untuk mencegah sembelit.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Meski bukan kondisi medis yang berat, tetapi wasir bisa mengganggu hidup penderitanya. Penyakit ini ditandai dengan rasa sakit terutama ketika buang air besar. Pola makan kurang serat bisa memperparah kondisi wasir sehingga berkembang ke stadium lanjut.

Wasir atau ambeien merupakan pembesaran sekelompok pembuluh darah balik (vena) yang berada di anus, persis di bawah selaput yang membatasi bagian rektum dan anus. Dalam istilah medis, wasir dikenal dengan nama hemoroid yang sebenarnya adalah sekelompok pembuluh darah vena tersebut.

Dr. Ari Fahrial Syam dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, tingkat keparahan wasir dibagi menjadi 4 stadium, sebagai berikut.

Stadium 1: Mulai terjadi pembesaran vena di anus. Ukurannya masih kecil sehingga biasanya belum menimbulkan gejala apapun. Baru bisa terdeteksi ketika diperiksa dengan endoskopi. Namun terkadang sudah mulai menimbulkan rasa tidak nyaman saat buang air besar (BAB).

Stadium 2: Pembesaran vena sudah mulai dapat teraba, bisa keluar dari anus dan masuk kembali secara spontan, namun belum ada pendarahan. Terkadang terjadi infeksi yang mengakibatkan rasa panas dan gatal di anus. Kemungkinan rasa panas meningkat saat duduk terlalu lama dan BAB.

Stadium 3: Pembesaran vena lebih sering keluar dari anus, bahkan sudah tidak mampu dimasukan kembali secara spontan. Maka untuk memasukkannya diperlukan bantuan jari. Dapat menimbulkan rasa panas saat duduk terlalu lama ataupun BAB. Saat terjadi kontraksi, vena yang membesar bisa pecah dan menimbulkan pendarahan.

Stadium 4: Pembesaran vena sudah tidak dapat dimasukan kembali, meskipun dengan bantuan jari. Pendarahan terjadi semakin sering lantaran vena yang semakin membesar, sehingga mungkin dapat membuat penderitanya kekurangan darah atau penurunan hemoglobin (HB).

Keempat stadium wasir tersebut, tutur Ari, membutuhkan perawatan dan pengobatan yang berbeda. Namun secara umum, pengobatan wasir terdiri dari penyuntikan, pengikatan, dan operasi.

Penyuntikan bertujuan untuk mematikan pembuluh darah agar tidak terus membesar. Sementara pengikatan yang dimaksud adalah pengikatan pembesaran pembuluh darah yang keluar dari anus. Tujuannya agar darah tidak mampu lagi mengalir dan pembuluh darah akan mati dengan sendirinya. Sedangkan operasi bertujuan untuk menghilangkan pembuluh darah yang membesar.

Pada tahap yang ringan, keluhan akibat wasir bisa dikurangi dengan berendam air hangat setiap hari dan mengonsumsi cukup cairan dan makanan berserat untuk melunakkan tinja sehingga terjadinya sembelit dan mengejan saat BAB bisa dihindari.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X