Kompas.com - 26/06/2013, 18:55 WIB
Koleksi busana Stephanus Hamy membuka pekan busana Jakarta Islamic Fashion Week di Jakarta Convention Center, 26 hingga 30 Juni 2013. KOMPAS.COM/RAI RAHMAN INDRAKoleksi busana Stephanus Hamy membuka pekan busana Jakarta Islamic Fashion Week di Jakarta Convention Center, 26 hingga 30 Juni 2013.
Penulis Rahman Indra
|
EditorFelicitas Harmandini
KOMPAS.com - Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama muslim, Indonesia diyakini bisa menjadi acuan mode dalam busana muslim. Tidak seperti negara-negara di Eropa yang menggelar pekan busana tergantung empat musim, Indonesia tak tergantung batasan waktu dalam mencipta tren busananya. Dan Jakarta Islamic Fashion Week (dibaca Jifik) yang diadakan pada 26 - 30 Juni 2013 di Jakarta Convention Center merupakan salah satunya.

Ungkapan itu disampaikan Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam pidato pembukaan Jifik di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center, Rabu (26/6/2013). Turut hadir saat pembukaan di antaranya Iis R Soelaiman, Ketua Panitia Jifik; dan Elwin Siregar dari Kompas Gramedia Grup sebagai penyelenggara pekan busana muslim ini, serta para pendukung utama acara seperti BRI dan Wardah Cosmetic.

Jifik digelar oleh Kelompok Kompas Gramedia Majalah yang terdiri atas Tabloid Nova, Majalah InStyle Indonesia, Majalah Chic, Tabloid Nakita, Majalah Martha Stewart Living, Majalah More, dan Majalah Sekar. Digelarnya JIfik, seperti disampaikan Iis, karena melihat dalam kurun waktu lima tahun terakhir tren busana muslim mulai berkembang pesat. Oleh karenanya pekan fashion ini diharapkan bisa menjadi acuan juga bagi para penikmat dan penggemar busana muslim dengan mengedepankan tren. Selain peragaan, ada pula pameran busana siap pakai, aksesori, dan wastra Indonesia.

"Pekan fashion ini juga bisa menjadi kesempatan untuk para desainer menunjukkan tren busana muslim rancangannya, dan buat publik menjadi acuan dalam pilihan berbusana," ujar Linda menambahkan.

Selama lima hari berlangsung, akan ada sekitar 11 fashion show, 14 talkshow, dan dua launching buku. Ada pun desainer yang turut serta berkisar antara desainer-desainer senior maupun nama-nama baru dalam dunia busana muslim.

Apa saja yang bakal digelar?

Sebagai peragaan pembuka di hari pertama, ada Adjie Notonegoro dan Stephanus Hamy. Lalu diikuti dengan tiga desainer di sesi kedua, yakni Widhi Budimulia, Adrianto Halim, dan Harry Lam. Untuk show malamnya, ada desainer Ronald V Gaghana dan Denny Wirawan. Jika Anda perhatikan, semuanya memang bukan desainer khusus busana muslim. Namun kehadiran mereka adalah untuk memberikan keragaman dalam inspirasi berbusana.

Desainer Sonny Muchlison dan Nuniek Mawardi membuka show di hari kedua (27/6/2013), diikuti Samuel Wattimena di sesi peragaan malamnya. Pada hari ketiga (28/6/2013), ada dua peragaan. Sesi pertama diisi tiga desainer Romantic Cotton, Kasha by Sjully Darsono, dan Kamilaa by Itang Yunasz, sementara di peragaan berikutnya ada Gaida, Ria Miranda, Lulu Elhasbu, dan Dian Pelangi.

Fashion show di hari keempat (29/6/2013) diisi oleh sejumlah desainer ternama. Di antaranya ada Rudy Chandra, Misan, dan Malik Moestaram di sesi pertama, lalu Barli Asmara hadir untuk peringatan 25 tahun Tabloid Nova, yang dipersembahkan Wardah di show kedua.

Di hari terakhir (30/6/2013), kembali ada tiga peragaan yakni Fashionable Tenun untuk Lebaran oleh Cita Tenun Indonesia, show oleh tiga desainer: Syah Reza Muslim, Rumah Ayu (mitra BRI), dan Susie Hedijanto, lalu ditutup dengan peragaan "Itang Yunasz in Collaboration with InStyle Indonesia".

Untuk talkshow, seperti disampaikan Iis sebelumnya, lebih banyak mengedepankan tema tren busana pada umumnya dan busana muslim. Dengan tema-tema seperti Fashion Trend 2014, Cute Hijab Mix and Match, Today Moslem Fashion Industry, dan lain sebagainya. Tidak hanya peragaan busana dan talkshow, akan ada dua event peluncuran buku milik Peggy Melati Sukma dan Zaskya Adya Mecca.

Pekan Jakarta Islamic Fashion Week diikuti sekitar 100 booth dari beragam label busana siap pakai, aksesori, dan kain tradisi Indonesia. Beberapa nama desainer ternama bisa ditemukan di booth yang tersebar di Cendrawasih Hall JCC. Di antaranya ada Jenahara, Ria Miranda, Qonita Gholib, Barli Asmara, Dian Pelangi, Meccanism by Zaskia Mecca, Nuniek Mawardi, Malik Moestaram, dan lain sebagainya.

“Semoga yang pertama ini diikuti oleh gelaran yang kedua, ketiga, dan seterusnya,” harap Linda.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X