Kompas.com - 03/07/2013, 15:12 WIB
Sebelum membuka toko baru, pastikan untuk memiliki managemen yang stabil agar fondasi usaha benar-benar kuat. SHUTTERSTOCKSebelum membuka toko baru, pastikan untuk memiliki managemen yang stabil agar fondasi usaha benar-benar kuat.
|
EditorFelicitas Harmandini
KOMPAS.com - Membangun usaha memang tak mudah. Ada berbagai pekerjaan rumah yang harus diperhatikan untuk menjadikan bisnis ini berkembang dan sukses.

"Punya usaha sendiri yang sukses itu impian banyak orang. Namun, pahamilah bahwa membangun bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan," jelas Henry Indraguna, pemilik Autobridal International saat talkshow "Melirik Laba Bisnis Waralaba" di Urban Kitchen, Senayan City, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2013) lalu.

Henry menambahkan bahwa ketika membangun usaha, ada beberapa masalah yang biasa dihadapi.

1. Sumber daya manusia
Anda tidak bisa menjalankan usaha sendiri tanpa bantuan orang lain. Misalnya, untuk membangun usaha kuliner, Anda tidak bisa menjadi chef sekaligus menjadi penjual dan kasirnya. Solusinya, Anda pasti harus mencari karyawan untuk membantu menjalankan usaha ini.

"Hanya saja untuk mencari tenaga kerja yang berpengalaman pasti bayarnya mahal. Akibatnya, banyak pemilik yang akhirnya memaksakan orang yang tidak profesional untuk jadi profesional untuk meringankan beban gaji," tambahnya.

Kasus yang sering terjadi adalah memaksakan seseorang yang bukan ahli memasak untuk menjadi chef di restoran.

2. Terlalu cepat buka toko
Membangun sebuah store pasti butuh perjuangan dan biaya yang tidak sedikit. Namun, kebanyakan orang berpikiran untuk buru-buru membuka banyak store sekaligus.

Hendry mengungkapkan, banyak orang mengasumsikan bahwa sukses usaha berarti punya banyak toko sekaligus. "Padahal semakin banyak toko, justru semakin banyak biaya yang dikeluarkan. Pastikan untuk punya managemen yang stabil agar fondasi usahanya benar-benar kuat sebelum buka store baru,"  jelasnya.

3. Tidak percaya pada karyawan
Ketika mempekerjakan seseorang di toko Anda, ini berarti Anda harus belajar untuk memberi kepercayaan kepadanya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, si pemilik usaha merasa bahwa  ia adalah bos dan selalu menuntut karyawannya untuk bekerja sempurna. Padahal sebenarnya karyawan juga sudah bekerja semaksimal mungkin.

"Ini yang membuat owner dan karyawan tidak pernah ketemu jalan pikirannya. Seharusnya, dengan adanya kepercayaan antara kedua belah pihak, hal ini bisa diatasi dan owner serta karyawan bisa mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan," imbuh Henry.

4. Kualitas produk menurun
Ketika bisnis sudah mulai menampakkan hasilnya, kebanyakan pemilik usaha mulai menurunkan kualitas produk yang mereka miliki. Alasannya, bisa karena kurangnya kontrol kualitas produk, atau karena memang si owner yang ingin berbuat curang untuk menambah keuntungan. Anggapannya, toh pelanggan sudah percaya pada produknya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X