Kompas.com - 10/07/2013, 17:08 WIB
EditorWawa

KOMPAS.com — Orangtua yang tak bisa mengontrol amarahnya dan sering menumpahkannya kepada anak bisa menimbulkan efek fisik kepada anak. Umumnya, efek fisik muncul dalam bentuk psikosomatis, yaitu gejala penyakit fisik yang diakibatkan adanya masalah psikis. Salah satunya anak menjadi sangat pencemas atau memiliki perasaan cemas berlebihan.

Seringnya anak menerima amarah membuat anak terus berpikir apakah pekerjaannya sudah sesuai dengan yang diinginkan orangtua atau belum. Ia kemudian khawatir dimarahi, cemas, yang jika terus didiamkan bisa menjadi berlebihan atau anxietas. Anak juga akan mudah khawatir dalam hal apa pun.

Gejala fisik lain pun bisa muncul, seperti: anak menjadi sulit tidur, mudah pusing, mual, sakit perut, diare, tidak nafsu makan, daya tahan tubuh lemah sehingga mudah sakit, keluar banyak keringat, dan sebagainya.

Untuk menyembuhkan dan menghilangkan gangguan tersebut, orangtua harus menghilangkan penyebabnya terlebih dahulu. Jika terkait dengan kemarahan orangtua yang destruktif dan tidak terkontrol baik, maka orangtua harus mengubah perilakunya tersebut.

Terapkan manajemen marah dengan baik, boleh marah tetapi tanpa emosi. Kemudian lakukan pendekatan ke anak secara bijaksana, bangun komunikasi dua arah, serta pahami perkembangan dan pertumbuhan anak.

Jika dilakukan optimal, gangguan fisik secara perlahan akan hilang. Tentu orangtua perlu mengatasi efek psikomatis yang sedang berlangsung dengan membawa anak ke dokter untuk mengatasi pusing, mual, diare, dan sebagainya sambil orangtua terus memperbaiki sikap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.