Busana Islami, Makin Kreatif dan Bisa Lintas Agama

Kompas.com - 15/07/2013, 12:30 WIB
Tiga desainer hadirkan keindahan busana muslim dengan gaya Indonesia dan Eropa KOMPAS.COM/CHRISTINA ANDHIKA SETYANTITiga desainer hadirkan keindahan busana muslim dengan gaya Indonesia dan Eropa
|
EditorWardah Fazriyati

KOMPAS.com - Perkembangan busana muslim di Indonesia semakin pesat. Kalangan desainer yang fokus merancang busana muslim, tak hentinya menampilkan ragam koleksi terkini. Ajang fashion week dan pameran yang mengangkat geliat busana muslim juga semakin banyak. Pilihan berbusana santun lebih banyak tersedia. Di pasar ritel, pengusaha kecil menengah juga semakin banyak memberikan pilihan gaya berpakaian Islami.

Dengan perkembangan seperti ini, busana muslim Indonesia semakin menguatkan posisinya untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ambisi untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat busana muslim di Asia pada 2020 dan di dunia pada 2025 pun semakin mungkin terealisasi.

Pasalnya, desainer dan pengusaha ritel tak pernah kehabisan ide dan selalu mampu menuangkannya menjadi busana siap pakai dengan kreativitas tanpa batas. Selalu ada model terkini yang bisa diikuti pengguna busana muslim. Bahkan, desainer asing pun mengaku sulit mengikuti perkembangan busana muslim, karena tren dan gaya seringkali berganti dengan cepatnya.

"Desainer asing mengatakan busana muslim di Indonesia sulit diikuti karena setiap enam bulan berubah," tutur Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia, Taruna K Kusmayadi, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Taruna, busana muslim Indonesia perlu lebih banyak ditampilkan di luar negeri melalui pameran atau lebih banyak tersedia di department store.

"Kami berencana menggelar pameran di ASEAN pada 2014," ungkapnya.

Selain tampil di berbagai ajang mode di luar negeri, busana muslim dari Indonesia juga perlu merajai pasar domestik dengan merangkul banyak penggemar. Agar bisa dipakai berbagai kalangan dan merangkul lebih banyak pengguna, Taruna menyarankan sebaiknya hadirkan busana Islami.

"Busana Islami tidak harus komplet dengan kerudung. Busana Islami bisa lintas agama, bisa dipakai siapa saja, bukan hanya mereka yang berkerudung," tandasnya.

Baca juga:
Selera Berbusana Muslim di Paris
Perempuan Arab Terpana Melihat Busana Muslim Indonesia
Optimisme Itang Yunasz Akan Busana Muslim
Busana Muslim dengan Inspirasi China hingga Skotlandia




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X