Kompas.com - 15/07/2013, 14:53 WIB
Koleksi busana Treimee, AKIA, dan Fitri Aulia dalam pagelaran Indonesia Islamic Fashion Fair 2013 di Jakarta Convention Centre, Jakarta. Dokumentasi IIFF 2013Koleksi busana Treimee, AKIA, dan Fitri Aulia dalam pagelaran Indonesia Islamic Fashion Fair 2013 di Jakarta Convention Centre, Jakarta.
|
EditorWawa

KOMPAS.com - Saat ingin membeli busana muslim, di mana Anda mencarinya? Banyak pilihan tempat belanja busana muslim khususnya di Jakarta. Bisa di department store di dalam mal, pasar ritel dengan harga yang lebih bersaing, toko atau butik khusus busana muslim, juga belanja online. Bagaimana dengan mal, terutama mal ternama di pusat kota?

Faktanya, tak semua mal menyediakan area khusus busana muslim apalagi menggandeng desainer lokal untuk menyediakan lebih banyak pilihan busana muslim. Padahal potensi busana muslim semakin besar dan peminatnya pun banyak.

Mal yang bertebaran di pusat kota, berlokasi strategis, dan menjadi destinasi belanja sekaligus sarana rekreasi masyarakat urban rupanya belum melihat besarnya potensi busana muslim. Padahal busana muslim tak melulu tersegmentasi kalangan tertentu. Busana Islami juga bisa diminati semua kalangan bahkan lintas agama.

Tak semua mal memberi ruang bagi busana muslim, terutama desainer lokal yang fokus merancang busana muslim koleksi premium mau pun koleksi busana harga terjangkau. Hanya pusat belanja seperti Thamrin City yang menyediakan satu lantai khusus busana muslim. Pebisnis dan pengguna akhir busana muslim bertemu di pusat belanja ini.

Fakta lainnya, hanya beberapa mal di Jakarta dan sekitarnya yang menyediakan beragam pilihan busana muslim dengan menggandeng toko busana muslim. Hanya sedikit mal yang memberi tempat untuk desainer lokal menjajakan koleksi terbaru busana muslim, seperti di fX Sudirman yang memiliki area khusus busana muslim rancangan desainer muda.

Sebagian mal memberikan perhatian dan melirik potensi busana muslim dengan menggelar pameran namun bukan menyediakan area permanen yang memungkinkan banyak produsen busana muslim bisa memamerkan koleksinya. Tentunya di luar department store yang menjadi satu-satunya tempat belanja busana muslim di kebanyakan mal.

Alhasil, busana muslim lebih "hidup" di pusat belanja seperti Thamrin City atau Pasar Tanah Abang. Bahkan sejumlah toko mengekspor koleksi busana muslim dari Indonesia ke berbagai negara utamanya Malaysia.

Banyak toko atau butik busana muslim berdiri sendiri, membuka gerai sendiri di luar pusat belanja. Pemasaran online menjadi pilihan lainnya, selain sistem agen yang membuat busana muslim berkembang seperti yang dilakukan label fashion muslim Sodagar.

Belakangan, busana muslim semakin terpancar potensinya melalui berbagai ajang pekan mode atau pameran besar-besaran yang khusus mengangkat busana muslim, seperti Indonesia Fashion Week, Indonesia Islamic Fashion Fair, yang terakhir Jakarta Islamic Fashion Week. Berbagai ajang ini berlangsung demi mencapai satu impian bersama, menjadikan Indonesia sebagai kiblat busana muslim di Asia pada 2020 dan dunia pada 2025.

Lantas apa yang membuat mal, terutama mal ternama di Jakarta, belum melirik busana muslim dengan memberikan ruang atau mempermudah desainer lokal menjual koleksinya, bersanding dengan berbagai label fashion bermerek internasional?

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Handaka Santosa, mengatakan pengelola mal sudah menyadari namun belum mengetahui sebesar apa potensi bisnis busana muslim.

Handaka menyebutkan, Pasaraya dan Sarinah merupakan dua pusat belanja ternama yang memberikan tempat untuk busana muslim. Mengenai mal ternama lainnya, Handaka mengatakan mereka tak perlu dorongan untuk memberikan lebih banyak ruang atau porsi untuk busana muslim, namun mal perlu menyadari besarnya potensi busana muslim ini.

"Setelah Lebaran, kami akan membuat pertemuan menggali potensi, besarnya potensi busana muslim di ritel dan mal. Potensi dalam negeri tinggi, jadi semestinya busana muslim tidak perlu diekspor," tuturnya saat jumpa pers seusai kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu ke Pusat Busana Muslim di Pasar Tanah Abang dan Thamrin City, beberapa waktu lalu.

Kunjungan kerja Mari Elka ke pusat belanja busana muslim, bagi Handaka, menjadi langkah awal untuk menunjukkan betapa besarnya potensi busana muslim. Jika pun mal tak bisa menyediakan tempat khusus untuk busana muslim, setidaknya desainer atau produsen busana muslim mendapatkan porsi atau kesempatan untuk menampilkan koleksinya dalam berbagai ajang fashion di mal ternama di ibukota.


Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X