Kompas.com - 16/07/2013, 17:06 WIB
|
EditorFelicitas Harmandini

KOMPAS.com — “Beauty is pain”, begitu kata banyak perempuan. Mereka rela menderita agar menjadi cantik. Entah dengan menjalani operasi plastik yang menyakitkan pada masa pemulihannya atau ketika mencukur bulu kemaluannya agar tampak bersih. Begitu inginnya terlihat rapi dan cantik, mereka tidak menyadari risiko di balik itu semua. Padahal, ada empat alasan mengapa Anda tidak perlu buru-buru melakukan waxing di area vagina Anda.

Prosesnya menyakitkan. Hal yang paling menyakitkan selain sedang sakit gigi atau memasang tato di tubuh adalah melakukan brazilian waxing. Proses penghilangan bulu tersebut dapat menyebabkan benjolan, iritasi, dan bekas yang perih.

Ada kemungkinan infeksi. Menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para ahli Perancis, hair removal menyebabkan trauma mikro kulit dan meningkatkan kemungkinan terpapar virus cacar yang disebut Molluscum contagiosum. Dari 30 pasien (6 perempuan dan 24 pria) yang mengunjungi klinik, ada yang tertular seksual virus ini karena mencukur habis rambut kemaluan mereka (93 persen), baik melalui pencukur (70 persen), clipping (13 persen), atau waxing (10 persen).

Sepuluh dari 30 pasien memiliki satu kondisi kulit lainnya, seperti kutil atau infeksi bakteri. Ini bukan jaminan, tetapi akibat yang dihasilkan bisa sangat menakutkan.

Bikin boros. Waxing bukan perawatan kecantikan yang murah. Sebuah klinik hair removal permanen di Jakarta mematok harga Rp 450.000 untuk satu kali treatment. Untuk tipe women brazilian dan seluruh kaki biayanya Rp 2.300.000 sekali perawatan. Ini belum termasuk maintainance price sebesar Rp 225.000. Nah, bayangkan berapa biaya yang Anda keluarkan jika perawatan ini harus dilakukan rutin.

Pasangan mungkin tidak menginginkannya. Jika Anda terbiasa melakukan waxing setiap bulan karena berpikir pasangan Anda menyukainya, coba pertimbangkan lagi. Dari sebuah survei terhadap 1.000 pria yang dilakukan oleh perusahaan hair removal, Nad’s, baru-baru ini, ditemukan bahwa yang paling disukai pria saat bercinta adalah melihat bulu kemaluan pasangannya meskipun tidak harus lebat sekali.  Nah, untuk apa Anda mencukurnya setiap bulan? Kenyataannya para pria menyukai yang sedikit “rimbun”.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Loop21
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.