Lindungi Bola Mata dari Sinar Matahari

Kompas.com - 16/07/2013, 23:16 WIB
Saat berjalan di bawah terik matahari, orang cenderung hanya memikirkan kulitnya saja. Mulai sekarang, lindungi juga bola mata Anda. SHUTTERSTOCKSaat berjalan di bawah terik matahari, orang cenderung hanya memikirkan kulitnya saja. Mulai sekarang, lindungi juga bola mata Anda.
Penulis Rahman Indra
|
EditorFelicitas Harmandini

KOMPAS.com - Adalah Joanne Hill, perempuan  berusia 42 tahun asal Inggris, yang terkena penyakit di bola matanya akibat terlalu sering terpapar sinar matahari langsung. Ini ia sadari setelah beberapa waktu lalu ia berkonsultasi ke klinik mata Boots untuk melakukan pengecekan.

Awalnya ia merasa ada yang salah dengan penglihatannya, karena matanya terasa lelah. Dia pikir mungkin hanya masalah kacamata minus, dan dengan demikian sakitnya terobati.

Namun, usai melakukan pengecekan ternayata ia disarankan untuk menjalani sejumlah tes yang dianggap penting dilakukan. Dokter menyebutkan kalau ada bagian kecil yang janggal di bagian bawah sudut mata kanannya. Awalnya ia mengira itu hanya bintik yang biasa disebabkan oleh paparan sinar matahari saja. Ternyata ia salah.

"Seperti orang kebanyakan, saya tentu tidak siap ketika mengetahui ada penyakit aneh ini, biasanya yang saya tahu kanker kulit, tapi ini lain," ujarnya.

Ia lalu dikirim ke Rumah Sakit Warrington untuk tes lebih lanjut. Hasilnya ia disebut terkena ocular melanomas (kutil) di bagian retina matanya. Ketika dokter mengatakan akan segera melakukan tindakan untuk mengatasinya, dari situ ia mulai menyadari betapa serius penyakit yang ia alami.

Ocular melanomas yang dialaminya disebut-sebut berpeluang diidap oleh mereka yang memiliki kulit warna terang, bermata biru atau abu-abu, dan berambut merah. Yang pasti kerap terkena sinar matahari. Mereka yang berusia di atas 50 tahun juga mudah terkena.

Namun karena masih jarang terjadi, maka dianjurkan setiap orang melindungi mata seperti saat melindugi kulit dari sinar matahari. Anda dianjurkan mengenakan kacamata pelindung, misalnya dengan label anti UV sehingga dapat melakukan pencegahan.

"Sunglasses mestinya bisa menjadi pilihan untuk melindungi mata, setidaknya bisa mengurangi resiko untuk terkena," ungkap Jane Maher, salah seorang ahli onkologi dari Macmillan Cancer Support.

Selama ini bisa jadi perhatian Anda lebih tercurah pada perlindungan kulit dengan krim anti UV saja ketimbang melindungi area mata. Ada baiknya sesekali juga melindungi mata dengan kacamata dari bahaya sinar UV matahari.



Sumber Dailymail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X