Tips Agar Anak Mau Menabung

Kompas.com - 26/07/2013, 10:48 WIB
Dengan bentuk celengan yang sekarang beragam dan penuh warna, anak-anak akan tertarik untuk memasukkan uang ke dalamnya. SHUTTERSTOCKDengan bentuk celengan yang sekarang beragam dan penuh warna, anak-anak akan tertarik untuk memasukkan uang ke dalamnya.
Penulis Rahman Indra
|
EditorFelicitas Harmandini

KOMPAS.com - Anak-anak sering enggan menabung karena itu berarti mengurangi uang jajan mereka. Namun, seperti yang disampaikan psikolog dari lembaga konsultan Personal Growth, Ratih Ibrahim, menabung pada dasarnya adalah perilaku yang kemudian bisa menjadi kebiasaan. Jika diajarkan sejak dini, maka ketika anak akan terbiasa ketika tumbuh dewasa.

Ada beberapa kiat yang bisa diterapkan agar anak tidak hanya mau tapi juga bersemangat untuk menabung.

1. Anak di usia satu sampai tiga tahun boleh dikenalkan pada bentuk uang, baik uang kertas maupun uang koin. Ketika mereka beranjak masuk Sekolah Dasar dan bisa berhitung, ajarkan perilaku menabung dengan memasukkan uang ke celengan.

2. Siapkan celengan untuk masing-masing anak. Dengan bentuk celengan yang beragam dan penuh warna, setidaknya mereka jadi tertarik untuk memasukkan uang ke dalamnya.

3. Jika ada anak yang menolak menyisihkan uang dan memilih untuk memegangnya, berikan mereka waktu hingga malam hari. Ketika akan beranjak tidur, misalnya, ajak mereka untuk memasukkannya ke celengan. Ini bisa dilakukan setiap hari, karena menabung sebenarnya adalah masalah konsistensi.

4. Sehari-hari anak biasa mendapat uang jajan, entah itu harian atau mingguan. Beri mereka target atau tujuan, misalnya membeli mainan atau jalan-jalan. Untuk bisa mencapainya, mereka harus menabung. Berapa besarannya? Disesuaikan dengan nilai yang dituju, apakah kemudian 10 atau 20 persen dari uang jajan. Menabung tanpa target biasanya akan membuat kebiasaan menabung menjadi mengawang dan tidak jelas.

5. Menjelang hari raya dan hari besar lainnya, biasanya anak akan mendapat uang jajan tambahan dari kerabat dan keluarga. Kenalkan tiga hal pada mereka; berapa uang yang akan dihabiskan untuk jajan atau berbelanja, berapa uang untuk ditabung, dan berapa yang disisihkan untuk sumbangan.  Ini mengajarkan anak untuk mengenal batasan, punya uang bukan berarti bisa menghabiskan semuanya untuk jajan atau harus ditabung seluruhnya.

6. Ajarkan konsep menabung lewat bermain. Salah satunya main jual-jualan. Di sini anak mengenal uang sebagai alat pembayaran, lalu ada uang kembalian. Nah, di sini mereka belajar untuk berhitung dan terpikir untuk menyisihkan uang kembaliannya untuk ditabung.

7. Buat perbandingan harga. Misalkan ketika mereka meminta satu mainan, atau boneka. Bandingkan harga satu mainan dengan harga makanan yang mereka sukai. Misalkan satu Barbie ternyata setara dengan harga 20 burger. Dengan ini mereka bisa melihat dan menentukan mana yang menjadi prioritas dan dibutuhkan.

8. Ajak menabung di bank. Ketika sudah mulai beranjak remaja, anak bisa diajak mengenal bank dan buku tabungan, untuk mengenal dunia nyata. Bahwa dengan menabung di bank, ada insentif yang juga mereka terima, serta beberapa keuntungan lainnya.    

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X