Kaftan Tak Lagi Jadi Pilihan Ber-Lebaran

Kompas.com - 29/07/2013, 17:24 WIB
Seragam busana muslim tak harus satu selalu punya model dan bahan yang sama. JIFW 2013 GallerySeragam busana muslim tak harus satu selalu punya model dan bahan yang sama.
|
EditorFelicitas Harmandini
KOMPAS.com - Dalam hitungan beberapa hari lagi, umat Muslim di seluruh dunia akan merayakan Lebaran. Di hari ini, Anda pasti ingin tampil lebih istimewa dan modis.

"Tahun ini, busana Muslim yang tren bukan lagi kaftan. Tren busana muslim sekarang ini lebih banyak tentang permainan warna, motif, dan juga padu padan busana," jelas desainer Dian Pelangi, saat konferensi pers Jakarta Fashion Week 2014 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dian mengungkapkan bahwa sekarang ini perempuan semakin berani mengungkapkan gaya berbusananya, dengan berbagai model atasan dan bawahan. Sebaliknya, perempuan tak lagi menyukai busana muslim dengan model terusan panjang seperti kaftan.

"Anda bisa memasangkan busana-busana favorit Anda sebagai perwujudan fashion statement. Selain itu, gaya busana para hijabers juga bisa jadi pilihan yang menginspirasi," jelasnya.

Senada dengan Dian Pelangi, desainer Jeny Tjahyawati mengungkapkan bahwa tren busana Lebaran saat ini adalah busana mix and match. "Selain bisa menunjukkan style sendiri, cara berbusana seperti ini memungkinkan Anda untuk memakainya kembali dengan padanan yang lain di kesempatan lain. Karena sekarang ini, busana muslim bukan lagi busana Lebaran saja, melainkan sudah jadi busana sehari-hari," tutur Jeny, dalam acara Ramadhan Runway di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (27/7/2013) lalu.

Tampil senada bersama keluarga
Salah satu gaya busana andalan saat Lebaran adalah tampil dengan seragam keluarga. "Biasanya, seragam ini dibuat dari bahan, motif, dan model yang sama antara ayah dengan anak lelakinya, dan ibu dengan anak perempuannya. Gaya ini disebut sarimbit," ungkap Fenny Mustafa, founder Shafira kepada KompasFemale.

Gaya ini terbilang cukup unik, tapi biasanya seiring usia anak yang semakin besar, biasanya mereka akan merasa tak nyaman dengan gaya kembaran ini.

Untuk mengakali monoton dan kakunya gaya sarimbit, Fenny menyarankan untuk mengambil benang merah dari bahan yang digunakan. Anda tak harus memilih bahan dan model yang persis sama. Ambil saja satu gaya yang sama untuk menciptakan keseragaman ini. Misalnya dari motif, warna, dan lain-lainnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X