"Generation Gap": Beda Dulu, Beda Sekarang

Kompas.com - 30/07/2013, 10:27 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorWawa
KOMPAS.com — Apa sih generation gap? Perbedaan generasi yang membuat orangtua berjarak dengan anak dari sisi teknologi, kebiasaan, keterbukaan, kreativitas, sistem pendidikan, dan sebagainya. Kondisi ini perlu dipahami supaya komunikasi dengan anak berjalan lancar.

* Teknologi.
Coba ingat kembali sekitar 15-30 tahun lalu, teknologi apa yang sudah hadir di depan Anda. Radio kaset, teve tabung, permainan ding-dong, telepon rumah analog, dan lainnya. Sementara sekarang, ada internet, komputer, komputer tablet, chatting, jejaring sosial, Play Station 3, ipad, ponsel cerdas, televisi layar datar tiga dimensi, dan sebagainya. Perbedaan ini memengaruhi kebiasaan, informasi yang masuk, hobi, pola komunikasi, dan sebagainya. Anda perlu memahami perbedaan ini sehingga bisa memahami psikologis anak.

* Keterbukaan.
Anak sekarang lebih terbuka, ia bisa dengan mudah mengomunikasikan apa yang ia rasakan kepada teman-temannya. Saat dijewer oleh orangtua kita dulu, kita akan diam saja karena menganggap itu hal biasa. Kalaupun merasa tak biasa, kita sulit mengomunikasikannya ke orang lain. Sementara sekarang, anak dengan mudah bercerita kepada siapa pun, lewat chatting di jejaring sosial, WhatsApp, Kakao Talk, Line, atau bahkan mengungkapkannya di wall jejaring sosial. Berbagai respons yang datang dari temannya, seperti "Kok gitu!", "Orangtuamu galak!", "Aku tak pernah dijewer", akan membuat anak merasa diperlakukan tidak adil. Anak pun akan menganggap jewer bukanlah hal biasa sehingga kelak ia akan marah, menolak, melawan jika diperlakukan kasar.

* Lebih bebas.
Saat kita kecil, mungkin tidak akan membantah ketika diperintah ini-itu. Soalnya ada anggapan, jika membantah dianggap membangkang, tabu, bahkan dilarang agama. Anak sekarang butuh ruang lebih bebas. Ia bukan robot yang siap diperintah ini-itu. Ketika sedang asyik menonton tayangan di Youtube, kemudian kita meminta anak untuk segera mandi, ia bisa menolak bila caranya tidak tepat. Untuk itu perlu trik dalam berkomunikasi dengan buah hati. Pada kasus ini, misal, tidak ada salahnya kita memberi waktu sehingga anak dapat menyelesaikan tontonannya, baru kemudian mandi.

* Lebih kreatif dan cerdas.
Metode pendidikan semakin beragam dan variatif membuat anak sekarang lebih terstimulasi dengan optimal. Tak heran jika kecerdasan anak zaman sekarang rata-rata lebih tinggi dibandingkan anak-anak zaman kita kecil dulu. Tak heran jika banyak sekali pertanyaan kritis, ingin tahu yang besar, ketidakpuasan dari jawaban yang biasa-biasa saja muncul dari anak. Misalnya mereka kerap tidak langsung menerima/patuh jika jawaban/arahan yang kita berikan tak memuaskan rasa ingin tahu mereka. Karena itu, kita perlu mempersiapkan diri untuk memberikan jawaban atau arahan yang tidak biasa.

(Tabloid Nakita/Irfan)



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X