10 Bahaya di Balik Manisnya Gula - Kompas.com

10 Bahaya di Balik Manisnya Gula

Kompas.com - 31/07/2013, 15:48 WIB
shutterstock Ilustrasi gula

KOMPAS.com — Meski sudah mengetahui gula tidak baik untuk kesehatan, kebanyakan orang tidak mengangggap gula berbahaya. Paling tidak, gula dianggap tidak seburuk lemak jenuh, garam, atau kalori. Mungkin ini yang menyebabkan sulitnya mengurangi konsumsi gula.

Padahal, faktanya kebanyakan orang di seluruh dunia mengonsumi 500 kalori ekstra hanya dari gula yang mereka makan. Di balik manisnya gula, ternyata terkandung bahaya yang tidak boleh dianggap remeh.

Berikut 10 dampak buruk dari gula yang bisa jadi alasan Anda perlu segera mengurangi konsumsi gula.

1. Gula merusak jantung
Meski sudah lama diketahui sebagai salah satu faktor risiko penyakit jantung, studi dalam Journal of American Heart Association tahun 2013 akhirnya menemukan bukti kuat tentang mekanisme bagaimana gula merusak jantung. Studi menyatakan, molekul pada gula yang disebut glukosa 6-fosfat menyebabkan perubahan otot jantung yang berujung pada gagal jantung.

2. Gula membentuk lemak perut
Prevalensi obesitas meningkat beberapa tahun terakhir, baik pada dewasa maupun anak-anak. Salah satu penyebabnya yaitu tingginya konsumsi minuman manis. Sebuah studi menemukan, konsumsi fruktosa (salah satu jenis gula) berlebih menyebabkan bertambahnya lemak perut yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

3. Gula membunuh diam-diam
Sebuah studi tahun 2008 mengungkap, konsumsi fruktosa berlebihan berhubungan dengan peningkatan risiko kondisi resistensi leptin. Leptin merupakan hormon yang memberi tahu otak jika perut sudah kenyang. Jika tubuh mengalami resistensi leptin, maka otak tidak akan merasa terpuaskan meski tubuh sebenarnya sudah kenyang. Akibatnya, kita tidak bisa menghentikan keinginan untuk makan. Dalam jangka panjang hal ini tentu menyebabkan obesitas. Hal tersebut terjadi perlahan, sehingga orang sering kali tidak sadar sudah mengalaminya.

4. Gula memberi makan sel kanker
Setiap manusia berisiko kanker karena memiliki sel kanker di dalam tubuhnya. Meskipun begitu, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk mematikan sel kanker sehingga sel tersebut tidak lantas berkembang menjadi kanker yang mematikan. Sayangnya, konsumsi gula berlebihan akan merusak mekanisme tersebut. Ditambah lagi, studi baru-baru ini mengungkap, gula merupakan nutrisi yang baik bagi sel kanker untuk berkembang.

5. "Ketagihan" gula bisa diturunkan
Gula juga bersifat aditif sehingga mungkin ada istilah untuk ketagihan gula. Sayangnya, ketagihan gula ini bisa bersifat genetik yang dapat diturunkan, karena melibatkan perubahan pada hormon ghrelin. Ghrelin merupakan hormon yang mengatakan pada otak saat tubuh lapar. Namun, perubahan pada hormon ini akan mengakibatkan tubuh lapar dan ingin makan terus menerus.

6. Gula dan alkohol memiliki efek racun yang hampir sama
Sebuah studi dalam jurnal Nature mengindikasikan gula bisa jadi sama bahayanya dengan alkohol. Studi tersebut menunjukkan, konsumsi fruktosa dan glukosa berlebihan memberikan efek racun pada hati. Efek ini ternyata juga hampir sama dengan yang diberikan oleh alkohol.

7. Gula menurunkan kemampuan otak
Gula diketahui dapat mempercepat proses penuaan sel, begitu pula sel-sel otak. Maka dengan mengonsumsi banyak gula, sel-sel otak cenderung akan mengalami penurunan fungsi lebih cepat.

8. Gula sering bersembunyi pada makanan "tanpa gula"
Mengurangi gula bukan hanya dengan mengurangi makanan-makanan manis seperti permen, kue, biskuit, dan sebagainya, karena sebenarnya ada juga makanan yang dianggap tanpa gula tetapi ternyata mengandung banyak gula. Contohnya saus tomat, roti, kraker, dan lain-lain.

9. Minuman manis mungkin memperpendek umur
Sebuah studi tahun 2013 memperkirakan ada 180.000 kematian di seluruh dunia yang diakibatkan konsumsi minuman manis. Para peneliti menyimpulkan, kematian mungkin dikarenakan hubungan minuman manis dengan risiko seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

10. Gula membuat gemuk
Fakta ini paling jelas terlihat dari konsumsi gula berlebih. Konsumsi gula berlebih akan menyumbang asupan kalori yang seharusnya didapat dari makanan lain yang mengandung banyak zat gizi sehingga tanpa disadari kalori yang diasup melebihi dari batas kalori per hari dan membuat bobot bertambah.


EditorLusia Kus Anna

Terkini Lainnya

7 Tips Berpakaian untuk Perempuan 'Size Plus'

7 Tips Berpakaian untuk Perempuan "Size Plus"

Look Good
5 Tanda Tak Sehat Penggunaan Instagram

5 Tanda Tak Sehat Penggunaan Instagram

Feel Good
Belajar dari Meghan Markle, Pahami Manfaat Yoga saat Hamil

Belajar dari Meghan Markle, Pahami Manfaat Yoga saat Hamil

Feel Good
Pangeran Harry Ungkap Ingin Bayi Laki-laki atau Perempuan

Pangeran Harry Ungkap Ingin Bayi Laki-laki atau Perempuan

Feel Good
David Beckham Akui Sulitnya Mempertahankan Rumah Tangga

David Beckham Akui Sulitnya Mempertahankan Rumah Tangga

Feel Good
Hindari 5 Kesalahan Umum Saat Mencuci 'Bra'

Hindari 5 Kesalahan Umum Saat Mencuci "Bra"

Look Good
Pengin Jadi Beauty Vlogger Sukses, Ini Tipsnya

Pengin Jadi Beauty Vlogger Sukses, Ini Tipsnya

BrandzView
Pangeran Harry Ungkap Perjuangannya Lawan Kesehatan Mental...

Pangeran Harry Ungkap Perjuangannya Lawan Kesehatan Mental...

Feel Good
Tips Relaksasi Setelah Hari Sibuk yang Panjang

Tips Relaksasi Setelah Hari Sibuk yang Panjang

Feel Good
Malas Olahraga Lebih Berbahaya daripada Merokok

Malas Olahraga Lebih Berbahaya daripada Merokok

Feel Good
5 Jenis Makanan yang Menjaga Umur Panjang

5 Jenis Makanan yang Menjaga Umur Panjang

Eat Good
Yuk, Bakar Kalori Lebih Banyak dengan 8 Kebiasaan Ini...

Yuk, Bakar Kalori Lebih Banyak dengan 8 Kebiasaan Ini...

Feel Good
Curhat Meghan Hidup Tanpa Media Sosial

Curhat Meghan Hidup Tanpa Media Sosial

Feel Good
Simak, 12 Tips 'Sederhana' demi Perut Rata

Simak, 12 Tips "Sederhana" demi Perut Rata

Feel Good
Pola Diet saat Sedang 'Cuti' Olahraga

Pola Diet saat Sedang "Cuti" Olahraga

Eat Good

Close Ads X