Kompas.com - 05/08/2013, 12:23 WIB
Tak perlu jadi sempurna dan menuntut si dia untuk jadi sempurna agar hubungan cinta berjalan menyenangkan. JUSTJAREDTak perlu jadi sempurna dan menuntut si dia untuk jadi sempurna agar hubungan cinta berjalan menyenangkan.
|
EditorFelicitas Harmandini
KOMPAS.com - Semua orang, termasuk Anda sendiri, bukanlah orang yang sempurna. Ini berarti, sampai kapan pun Anda tak akan bisa menemukan pasangan yang sempurna.

Ketika kehidupan cinta tak berjalan mulus, karena pasangan yang terlalu cuek atau tak romantis, ada baiknya Anda bersyukur. Bukannya malah memarahinya, minta putus, atau bahkan minta cerai.

Ingatlah bahwa Anda tak perlu suatu hubungan yang sempurna untuk menjadi bahagia. Jatuh cintalah dengan apa yang Anda miliki saat ini. Yang perlu dilakukan hanyalah dengan melihat kehidupan cinta dari "sisi terangnya", dan perspektif yang lebih positif.

Agar hidup percintaan Anda lebih bahagia, Amy Spencer, penulis buku Bright Side Up memberi beberapa triknya.

1. Biarkan kejadian pahit membantu Anda menghargai hal-hal manis
Jika tak pernah melakukan kesalahan maka Anda tak akan pernah belajar melihat hal-hal manis yang pernah dialami bersama si dia. Kadang Anda membutuhkan masalah dan keadaan yang buruk untuk membuka mata dan melihat apakah Anda layak untuk menerima hal yang baik. Ibaratnya, terima asamnya jeruk Anda. Karena dengan mengenal rasa asam, Anda juga akan mengenal manisnya jeruk.

2. Semua orang punya "sweet spot"
Coba tengok hal-hal yang sudah dilakukan si dia dan berhasil memancing senyum Anda. Entah itu ketika si dia bersedia menemani ibu Anda meski sebelumnya mengatakan harus lembur di kantor, atau saat si dia memberi kejutan dengan hadir di tempat Anda menjalani training yang membosankan, dan lain-lain. Sweet spot ini akan membantu Anda lebih kuat untuk mengarungi kehidupan cinta.

Nah, temukan sweet spot Anda sendiri, dan jadikan hal ini sebagai kekuatan dan pendukung Anda untuk hidup bahagia dengannya. Ini jauh lebih baik daripada hanya mengumpulkan semua kekurangannya.

3. Tanya diri sendiri, "Apa yang bisa saya lakukan?"
Ketika piknik, otomatis Anda membawa semua perbekalan makanan selengkap-lengkapnya ke dalam keranjang piknik sambil terus berpikir, "Apa yang bisa saja hidangkan di atas meja ya?" Semua ini dilakukan untuk menjaga piknik tetap nyaman dan menyenangkan.

Lalu kenapa tak menerapkan hal ini untuk kehidupan percintaan Anda? Sebelum menjalin hubungan, Anda perlu melakukan banyak persiapan (terutama mental) agar hubungan jadi menyenangkan.

Ketika persiapan sudah lengkap, namun ternyata hubungan Anda dan pasangan tetap buruk, jangan buru-buru menyalahkan dan menyuruhnya berubah. Tanyakan kepada diri sendiri, "Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki hubungan tersebut?"

4. Bersyukur atas perbedaan
Kebanyakan orang mengeluh tentang perbedaan atau kekurangan pasangannya. Padahal seharusnya Anda bersyukur. Coba pikir, apakah Anda ingin berpasangan dengan orang yang 100 persen punya sifat seperti Anda? Ada baiknya untuk melihat perbedaan sebagai hal-hal yang membuat Anda selalu belajar banyak hal.

Cinta bukan untuk mencari kesaamaan, tapi untuk saling melengkapi kekurangan kecil yang dimiliki antarpasangan. Dengan demikian, Anda akan merasa jadi manusia yang saling melengkapi dan sempurna.

5. Anda belajar hal baru dalam cinta setiap hari
Cinta tidak melulu menjanjikan hal baik yang akan terjadi. Hal buruk mungkin saja terjadi. Jika hal buruk yang terjadi, tidak lantas berarti si dia tak cinta lagi. Dari hal buruk atau masalah berat yang terjadi saat menjalin hubungan, Anda bisa belajar untuk mengambil nilai positifnya. Pengalaman adalah guru yang paling baik. Dengan demikian, Anda bisa belajar, mendapat kebijaksanaan, dan wawasan dari hal tersebut. 



Sumber Your Tango
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X