Kompas.com - 05/08/2013, 15:42 WIB
shutterstock
|
EditorFelicitas Harmandini

KOMPAS.com — Siapa bilang ibu hamil tidak boleh olahraga? Justru ibu hamil umumnya rentan terhadap kelelahan sehingga disarankan untuk melakukan banyak gerakan melalui olahraga. Laporan sebuah studi pun menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan mood ibu hamil dan membantu mengurangi tingkat kelelahan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychology and Health mengungkapkan, beberapa ibu hamil yang belum pernah melakukan olahraga disarankan untuk melakukan program latihan selama empat minggu. Ternyata, terjadi peningkatan signifikan dalam suasana hati mereka selama program latihan.

Penelitian yang dilakukan oleh Anca Gaston dan Harry Prapavessis dari University of Western Ontario ini juga menemukan adanya pengurangan tingkat kelelahan pada mereka.

Kelainan mood pasca-persalinan, seperti depresi postnatal, memang kerap terjadi. Namun, tingkat depresi, kecemasan, dan kelelahan sebenarnya lebih tinggi selama kehamilan ketimbang setelah melahirkan. Anak-anak dari ibu yang mengalami depresi selama kehamilan memiliki tingkat kortisol (hormon stres) lebih tinggi saat lahir dan masa remaja, merusak kemampuan kognitif dan risiko gangguan perkembangan dan mental yang lebih besar.

Kelelahan selama kehamilan juga sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko persalinan secara caesar, gangguan tidur, dan pengaruh negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Latihan rutin selama kehamilan diharapkan dapat memperbaiki kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil. Riset pada tahun 2010 menunjukkan, bayi yang lahir dari ibu yang rajin berlatih aerobik selama kehamilan ternyata memiliki jantung yang lebih sehat. Disebutkan, bayi-bayi tersebut memiliki detak jantung yang lebih rendah.

Para peneliti meyakini bahwa latihan selama kehamilan memberi manfaat pada anak hingga dewasa, seperti menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, dan hipertensi. Apa yang menyebabkannya demikian?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jantung ternyata sebenarnya merupakan otot, yang menjadi lebih kuat jika dikondisikan demikian. Jika otot jantung lebih kuat, detak jantung juga menurun sehingga tidak perlu berupaya terlalu keras untuk memompa darah.

"Program latihan teratur selama kehamilan bisa menjadi intervensi paling awal untuk memperbaiki kesehatan kardiovaskular," ungkap dr Linda May dari Kansas University, yang menggelar studi tersebut.

Karena adanya kesalahpahaman selama ini mengenai keamanan olahraga selama kehamilan, para peneliti bertekad terus mengedukasi kaum perempuan, keluarga, dan praktisi kesehatan mengenai pedoman, manfaat, dan hambatan yang terkait dengan olahraga selama kehamilan.



Sumber Dailymail
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.