Kompas.com - 06/08/2013, 19:41 WIB
Pria memberikan seks oral pada wanita sebagai taktik mengikat pasangan? SHUTTERSTOCKPria memberikan seks oral pada wanita sebagai taktik mengikat pasangan?
|
EditorFelicitas Harmandini

KOMPAS.com – Hubungan seksual antarpasangan akan berjalan lancar jika kedua belah pihak memahami keinginan masing-masing. Akan tetapi, bagaimana jika pasangan Anda justru menurun performanya saat bersama Anda?

Meski banyak yang mengatakan bahwa pria memikirkan seks sepanjang hari, pada kenyataannya mereka juga mengalami kecemasan mengenai performa seksualnya. Menurunnya performa seks bisa terjadi karena berbagai alasan, namun akarnya adalah karena rasa takut. Mereka takut gagal, takut mengalami ejakulasi dini, takut pasangannya tidak mencapai orgasme, takut Anda menganggapnya payah, dan lain sebagainya.

Maka, ketika hal itu terjadi padanya, inilah yang bisa Anda lakukan:

Katakan bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan. Dengan kondisi seksual yang menurun, tak ada gunanya menyalahkan dirinya atau mengeluh bahwa Anda tidak terpuaskan. Biarkan dia tahu bahwa hal itu tidak berarti ada yang salah dengan dirinya, meskipun sebenarnya Anda kecewa. Ajak dia melakukan lebih banyak foreplay untuk menunjukkan bahwa ia masih bisa menyenangkan Anda.

Ubah mindset-nya. Banyak pria mengira perempuan ingin mereka mampu bercinta secara maraton. Padahal, berapa lama waktu bercinta bukanlah kunci dari kepuasan seksual. Studi yang dipublikasikan di The Journal of Sexual Medicine mengungkapkan, waktu maksimal untuk penetrasi adalah 13 menit. Sedangkan rata-rata pasangan bercinta selama 7,3 menit. Kalau pasangan bisa bertahan hingga 30 menit, hal itu tak lantas menandakan hubungan seksual yang baik.

Dr Laura Berman, PhD, asisten profesor di departemen kandungan dan kebidanan  Feinberg School of Medicine di Northwestern University, menyarankan, jika pasangan ingin memperbaiki kualitas hubungan intim, coba lakukan variasi, lebih spontan dalam mencoba posisi yang berbeda, lebih banyak foreplay dan seks oral, dan kombinasikan dengan stimulasi secara manual. 

Perhatikan juga kondisinya. Jika Anda berpikir, hanya Anda yang menjadi korban dari hubungan seksual yang tidak memuaskan, Anda tak akan pernah tahu jika pasangan ternyata memiliki masalah dengan dirinya. Ketika Anda selalu mengeluh karena tak mampu mencapai orgasme, hal itu hanya akan menambah bebannya. Lalu bagaimana dengan kondisi pasangan Anda, pernahkah Anda memikirkan kenyamanannya?

Dalam hal ini diperlukan kesepakatan antara Anda berdua untuk saling mengetahui kondisi masing-masing. Tanyakan pada pasangan, apa yang menjadi masalah baginya, adakah hal-hal yang membuatnya tidak nyaman, dan lain sebagainya.

Bimbing dirinya. Kebanyakan pria mengetahui titik-titik sensitif di tubuh perempuan, tetapi banyak juga yang tidak benar-benar yakin bagaimana cara merangsang pasangannya. Jika pasangan benar-benar "tersesat", bimbing dirinya untuk melakukan apa yang Anda inginkan. Anda juga bisa memberikan tanda sepakat jika ia telah melakukan hal yang benar dengan mengirimkan ekspresi senang atau puas.

Jika pasangan hanya punya satu teknik atau gaya saat bercinta, beri saran pada dia dalam bentuk pertanyaan, seperti, "Aku ingin tahu bagaimana rasanya kalau kamu berada di posisi ini”, atau sebuah pujian: "Saya suka saat tanganmu mengelus dengan cara seperti tadi."

Pada akhirnya, orgasme bukanlah segalanya. Sampaikan padanya bahwa penetrasi bukan satu-satunya hal penting dalam hubungan seks. Seringkali kita lupa bahwa bercinta melibatkan banyak aktivitas. Dari foreplay, intercourse, hingga afterplay. Dalam ketiga sesi tersebut, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan dan memuaskan Anda. Selalu ingatkan dia mengenai hal itu, dan tuntun dia saat melakukannya. Si dia masih tetap dapat memuaskan Anda tanpa harus melakukan penetrasi, atau meskipun ereksinya kurang maksimal.



Sumber Glamour
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X