Kompas.com - 20/08/2013, 11:31 WIB
Marischka Prudence menyayangkan begitu banyaknya destinasi wisata yang kekurangan infrastruktur pendukung. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOMarischka Prudence menyayangkan begitu banyaknya destinasi wisata yang kekurangan infrastruktur pendukung.
EditorFelicitas Harmandini

Kini, sudah hampir setahun sejak Prue menjadi tualang penuh waktu. Akankah perjalanannya berlanjut? ”Hmmm... ini baru titik awal,” ujarnya.

Melukis dengan kata-kata
Saya menyempatkan mencari lokasi yang mumpuni untuk menikmati terang menjadi gelap, menikmati momen langit perlahan menjadi berubah warna. Tuhan seakan sedang melukis langit dan saya hanya terdiam memperhatikan sambil tersenyum....”

Lewat penggalan di atas, Prue melukiskan senja indah dalam sebuah perjalanannya. Padahal, Prue punya selembar ijazah dari Jurusan Seni Rupa dari FSRD ITB sekadar untuk membuktikan dirinya dapat menuangkan keindahan dalam rupa lain.

”Dunia seni rupa itu sudah begitu jauh. Pernah ingin kembali melukis, tetapi begitu membeli kanvas terus di-cuek-in, ha-ha-ha,” ujar penggemar Andy Warhol, seniman pop-art asal Amerika itu. Kata Prue, melukis membutuhkan suasana hati yang harus selalu terjaga dan tak bisa terganggu.

Dulu, Prue sempat terpikir hendak menjadi seniman lukis. Namun, rupanya hidup mengalir ke tikungan berbeda. Ketika hidup membawa Prue ke dunia jalan-jalan, dia pun lebih banyak melukis keindahan yang ditemuinya lewat rekaman foto, video, dan deretan kata.

Marischka Prudence
Lahir: Bandung, 27 Juli 1984
Pendidikan:
    SMUN 5 Bandung (1999-2002)
    Jurusan Kriminologi FISIP Universitas Indonesia (2002-2003)
    Jurusan Seni Rupa Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (2003-2007)

Pekerjaan:
    Penulis lepas perjalanan di berbagai media dan konsultan perjalanan
    Social Media Specialist untuk Indonesia Dive Directory (2012-sekarang)
    Narablog perjalanan www.marischkaprudence.blogspot.com/www.marischka-prudence.com

Aktivitas Sosial:
    Save Manta Project
    WWF Indonesia SOSharks Campaign
    Baronda Maluku, proyek promosi Maluku dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Buku: The Destin ASEAN, Menjelajah Kisah di 10 Negara (bersama 9 penulis)
Penghargaan:
    50 Youth Women Netizen Award dari Marketeers Magazine
    50 Creative Tourism Ambassador 2012 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

(Indira Permanasari)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X