Yakitori dan Chanko-nabe di Japan Culinary Week

Kompas.com - 25/08/2013, 23:49 WIB
Chanko-nabe, sup sayur dan daging yang biasa dikonsumsi pegulat sumo, dipamerkan di Japan Culinary Week di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/8/2013). JAPAN-WEB-MAGAZINE.COMChanko-nabe, sup sayur dan daging yang biasa dikonsumsi pegulat sumo, dipamerkan di Japan Culinary Week di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/8/2013).
|
EditorFelicitas Harmandini

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang  (MAFF) menyuguhkan program Japan Culinary Week 2013 pada Sabtu dan Minggu, 24 – 25 Agustus 2013, di Istora Senayan, Jakarta.

“Kami ingin agar masyarakat Indonesia mengenal budaya makanan Jepang yang berkualitas dari MAFF. Mengingat perkembangan Indonesia yang semakin pesat, pemerintah Jepang juga bermaksud untuk meningkatkan jumlah ekspor dari Jepang ke Indonesia, dan menjalin hubungan yang lebih kuat antara kedua negara,” ujar Yasushi Yamaguchi, Direktur MAFF, saat berbincang dengan media di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (23/8/2013) lalu.

Hal ini tentunya memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk mempelajari lebih jauh tentang produk kebudayaan Jepang. Maklum, masyarakat Indonesia sudah cukup mengenal dan menggemari makanan seperti sushi. Namun selain sushi, ternyata masih banyak makanan Jepang yang cocok untuk lidah orang Indonesia.

“Di Jepang sendiri, sebenarnya makanan Indonesia juga sudah ada. Tapi, kehadirannya belum terlalu terkenal seperti makanan Thailand atau Vietnam. Oleh karena itu, ada beberapa makanan yang memiliki kesamaan dengan makanan Indonesia yang kami hadirkan di sini,” imbuhnya.

Sebut saja yakitori, yang di Indonesia mungkin dikenal sebagai sate. Lalu ada pula yakisoba, atau mi goreng. Dan yang terakhir nikujaga, atau sama dengan semur daging di Indonesia.

Selain kesamaan makanan yang dimiliki oleh Jepang dan Indonesia, di Japan Culinary Week MAFF juga memperkenalkan chanko-nabe. Makanan ini terkenal sebagai menu para pegulat sumo di Jepang.

Chanko-nabe merupakan menu yang mengombinasikan daging dan sayuran dalam sup dengan dasar kaldu ayam, yang dibumbui dengan garam atau miso. Resep chanko-nabe sendiri berbeda untuk setiap pegulat sumo. Pada kesempatan acara ini, Japan Culinary Week menyediakan dua jenis chanko-nabe, yaitu Chanko Seafood dan Chanko Daging.

Seperti diketahui, pegulat sumo memiliki ukuran badan yang sangat besar. Setiap hari mereka harus melahap 8.000 kalori guna menggemukkan badan. Chanko-nabe biasanya disajikan dalam ukuran 5.000 - 10.000 kalori untuk para pesumo ini. “Mereka makan hanya dua kali sehari, tapi porsi yang disedikan sangat besar,” jelas Yasushi.

Ia juga mengatakan, makanan yang dikonsumsi oleh pegulat sumo tidak memiliki lemak berlebih, namun kaya protein, lemak baik, dan yang paling penting harus terdiri atas banyak nasi.

Sumo sendiri merupakan salah satu kegiatan yang paling tradisional dan spiritual di Jepang. Pada tahun 1909, olahraga sumo menjadi olahraga profesional dan dipilih sebagai olahraga nasional Jepang. Pada saat ini, sumo tidak hanya dianggap sebagai seni bela diri modern Jepang, melainkan juga sudah menjadi kebudayaan Jepang secara keseluruhan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X