Perusahaan Merger, Bertahan atau "Resign"?

Kompas.com - 06/09/2013, 14:42 WIB
Tak ada salahnya memperhitungkan penghasilan saat perusahaan merger. SHUTTERSTOCKTak ada salahnya memperhitungkan penghasilan saat perusahaan merger.
EditorWardah Fazriyati
KOMPAS.com — Jika perusahaan tempat Anda bekerja merger dengan perusahaan lain, apa yang akan Anda lakukan? Meski tetap ada dua pilihan, bertahan atau resign, sebaiknya buatlah keputusan dengan pertimbangan matang.

Cheryl Palmer, Human Resource Expert, mengatakan, "Ketika perusahaan melakukan akuisisi atau merger, bersiaplah dengan perubahan drastis. Perusahaan akan melakukan efisiensi, baik dari jumlah karyawan maupun anggaran. Bila Anda memiliki posisi yang sama dengan salah satu karyawan dari perusahaan yang mengakuisisi, bisa jadi posisi Anda dalam bahaya karena tak mungkin ada posisi ganda."

Anda bisa memutuskan bertahan dengan pertimbangan berikut:
* Tak selamanya berakhir negatif.
Memang, perusahaan merger bisa berdampak pada penurunan tunjangan, seperti uang makan atau bonus. Tetapi, perlu Anda hitung juga adakah penambahan hak dalam sisi lain. Misalnya, uang makan turun, tetapi asuransi kesehatan meningkat. Karena itu, Anda perlu menghitung secara keseluruhan untuk tahu apakah Anda merugi atau untung. Siapa tahu setelah dihitung-hitung, Anda lebih sejahtera.

* Ada posisi strategis di perusahaan pengakuisisi.
Ini memungkinkan Anda menjadi menjadi kandidat potensial. Untuk itu, Anda perlu mengeksplor lebih dalam kesempatan-kesempatan yang ada sebelum memutuskan untuk resign.

Pilihan untuk berhenti bekerja karena perusahaan merger juga tetap ada, tetapi sebaiknya pertimbangan hal ini:
* Lebih besar pasak daripada tiang.
Kecuali kalau Anda memutuskan untuk jadi sukarelawan, semua yang Anda lakukan tidak butuh balasan apa-apa. Bila memang peraturan perusahaan malah merugikan Anda, jauh dari rasa bahagia, dan tak bermasa depan, manfaatkan umur yang masih muda untuk mencari pekerjaan lebih baik.

* Turun jabatan.
Bila jabatan menjadi prioritas Anda dalam membangun karier, tak ada salahnya melirik perusahaan lain yang mampu menawarkan Anda jabatan setara atau malah lebih baik. Sebab, turun jabatan sama halnya dengan menurunkan kualifikasi yang Anda punya atau "cara halus" untuk membuat Anda tersingkir, kecuali kalau jabatan bukan hal yang jadi prioritas dalam bekerja.

(Majalah Chic/Ayunda Pininta Kasih)


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X