Kompas.com - 14/09/2013, 10:11 WIB
Ilustrasi perpisahan ShutterstockIlustrasi perpisahan
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Singkat atau lamanya hubungan yang pernah dijalani dengan mantan kekasih bukan jaminan kita bisa melupakan si mantan dengan cepat. Menghapus kenangan lama memang tak semudah membalikkan tangan.

Waktu merupakan obat yang manjur untuk mengobati luka hati. Sebagai manusia, kita butuh pelepasan emosi dari rasa kecewa tersebut. Dan, tanpa sadar ,kita mungkin mengatakan sesuatu yang kurang baik mengenai si mantan.

Putus memang tidak mudah, demikian juga jika harus menjalin pertemanan kembali dengan si mantan. Meski Anda masih merasa marah dan kecewa, sebaiknya tahan diri untuk tidak mengungkapkan hal-hal berikut mengenai si mantan.

1. Saya benci orangtuanya
Memang tak semua orang bisa langsung cocok dengan calon mertua, tetapi sadarilah bahwa Anda marah kepada mantan kekasih, tidak bijaksana jika Anda juga menjelek-jelekkan orangtuanya.

2. Saya masih mencintainya
Mungkin kenyataannya memang demikian, tetapi tahan diri untuk tidak mengungkapkannya terlalu sering. Walau Anda belum rela putus, tetapi menyimpan semua kenangan itu justru akan membuat proses memasuki babak baru menjadi lebih sulit.

3. Dia kurang merawat diri
"Napasnya bau", "Ia suka malas mandi", "Dia kurang wangi", adalah kata-kata yang kurang enak untuk disampaikan kepada orang lain. Tak ada gunanya merusak reputasinya di depan teman-temannya atau teman Anda.

4. Sahabatnya menyebalkan
Sering kali apa yang kita ucapkan saat marah tidak baik dan bisa membuat kita justru terlihat buruk. Sadarilah setiap akibat dari tindakan dan ucapan Anda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

5. Semua hal yang disampaikan dalam suasana privat
Dalam sebuah hubungan yang sangat dekat, kita tentu akan berbagi rahasia bersama. Tetapi, putusnya hubungan bukan berarti Anda boleh mengumbar hal-hal privat dan rahasia tentangnya.

6. Saya ingin dia kembali
Kecuali si dia juga berniat untuk kembali kepada Anda, mengungkapkan kepada orang bahwa Anda berharap dia kembali justru membuat proses menutup kisah lalu menjadi sulit.

7. Saya benci kebiasaannya
Sekali lagi, hubungan yang lebih dekat akan membuat Anda dan juga dia bersikap lebih terbuka. Jadi, jika si dia sering bersendawa dengan keras atau boros, tetap bukan hak Anda untuk menceritakannya kepada orang lain setelah si dia berstatus mantan.

8. Saya membencinya
Ya, Anda berhak marah dan kecewa sehingga ia menjadi orang yang paling Anda benci. Tetapi, kemarahan itu tak berdampak positif bagi Anda. Cobalah imbangi dengan sesuatu darinya yang Anda sukai. Tentu ada karena Anda pernah menjalin hubungan dengannya.

9. Dia kurang romantis
Menjelek-jelekkan sikapnya yang tidak romantis atau bahkan payah di tempat tidur justru akan membuat Anda terlihat seperti anak-anak.

10. Dia... (kata-kata buruk)
Anda bisa saja mengucapkan sesuatu saat marah dan mungkin akan dilupakan. Tetapi, Anda juga bisa menahan diri untuk tidak mengucapkan kata-kata buruk tentang si mantan karena itu tak banyak manfaatnya.



Sumber Shine
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X