Melanie Putria Cari "Second Opinion" Saat Pilih MPASI

Kompas.com - 17/09/2013, 18:06 WIB
Melanie Putria. KOMPAS.COM/WARDAH FAJRIMelanie Putria.
|
EditorD. Syafrina Syaaf
KOMPAS.com - Ibu baru biasanya punya banyak kekhawatiran. Tak terkecuali saat mulai menyiapkan MPASI untuk si buah hati.

Putri Indonesia 2012, Melanie Putria juga mengalami kekhawatiran ini. Saat putra pertamanya, Sheemar Rahman Puradiredja, mulai mengonsumsi MPASI, Melanie mengaku kebingungan menentukan pilihan makanan yang tepat.

"Selain konsultasi dengan dokter anak, saya juga banyak ngobrol dengan ibu baru dari BBM grup," ungkapnya kepada Kompas Female seusai acara bincang-bincang bersama komunitas ibu di fX Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, berbagi pengalaman dengan ibu baru menjadi cara paling nyaman untuk mengatasi berbagai kebingungan. Apalagi dalam memilih MPASI pertama untuk si kecil.

Informasi mengenai MPASI sebenarnya mudah didapatkan dari mana saja. Namun justru dengan berlimpahnya informasi, ibu baru cenderung kesulitan menentukan pilihan makanan pertama untuk si kecil.

"Memberikan MPASI itu kan trial error. Saya juga sempat bingung saat memberikan MPASI pertama kalinya. Jadi memang harus banyak cari info, cari second opinion," tutur perempuan yang tiga bulan terakhir tampil dengan rambut super pendek model pixie ini.

Menurut Melanie, penting bagi ibu untuk mengenalkan tekstur makanan di tahap awal pemberian MPASI. Setelah berbagi pengalaman dengan ibu baru lainnya, plus konsultasi dokter ahli, ia pun akhirnya menentukan pilihan pertama MPASI dalam bentuk pure buah.

"Seminggu pertama MPASI-nya pure buah, dengan jarak buah satu dengan lainnya tiga hari. Buah pir, apel, dibikin pure dicampur AS perah. Ini bisa diterima bayi," ungkap penggemar olahraga lari ini.

Melanie selalu mencampurkan ASI perah dalam MPASI untuk Sheemar. Campuran ASI perah menambah nutrisi pada makanan bayi.

Beruntung, Melanie memiliki produksi ASI yang melimpah sehingga ia tak pernah kehabisan stok ASI perah untuk tambahan MPASI. Alih-alih kehabisan ASI perah, justru Melanie mendonasikan ASI perah miliknya kepada bayi lain yang membutuhkan.

Melanie mengatakan, per sekali datang, penerima donor ASI bisa membawa 30 botol. Ia mengaku sudah mendonorkan ASI perah yang berlimpah di freezer khusus miliknya, kepada 20-30 orang. Itu pun Melanie tak pernah kekurangan MPASI hingga kini putranya berusia dua tahun tujuh bulan.

Sukses memberikan MPASI di tahap awal, bukan berarti bebas masalah pada tahapan berikutnya. Ibu baru akan selalu mendapatkan tantangan dari si keci. Seperti Melanie yang kini dihadapkan pada tantangan baru. "Sekarang mulai kesulitan karena satu tahun sudah mulai pilih-pilih makanan," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X