World Muslimah Ingin Bentuk Karakter Soleha

Kompas.com - 21/09/2013, 07:25 WIB
Obabiyi Aishah Ajibola (kanan) dari Nigeria, berekspresi setelah dinobatkan sebagai pemenang World Muslimah 2013 di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu (18/9/2013). Obabiyi berhasil menyisihkan 19 finalis yang berkompetisi di malam penganugerahan tersebut. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESObabiyi Aishah Ajibola (kanan) dari Nigeria, berekspresi setelah dinobatkan sebagai pemenang World Muslimah 2013 di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu (18/9/2013). Obabiyi berhasil menyisihkan 19 finalis yang berkompetisi di malam penganugerahan tersebut.
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com -
World Muslimah Foundation, penyelenggara ajang World Muslimah 2013 berharap akan ada lebih banyak lagi wanita di dunia yang memiliki karakter soleha. Karena itu para finalis dan pemenang ajang bagi wanita muslimah berprestasi itu diharapkan bisa menjadi agen perubahan bagi sekitarnya.

Hal itu disampaikan Eka Shanty, Founder dan CEO World Muslimah Foundation saat berkunjung ke kantor Kompas.com di Jakarta, 20/9/13. "Masih banyak tantangan yang dihadapi oleh muslimah di dunia. Karena itu World Muslimah ingin mengangkat citra muslimah," katanya.

Eka menjelaskan, karakter soleha yang diharapkan dimiliki para finalis sebenarnya adalah karakter ideal setiap perempuan, apa pun agamanya.

"Kami berharap setiap wanita memiliki sifat pandai bersyukur dan ikhlas, memiliki sikap manajemen yang baik karena ia adalah ibu dan pengatur rumah, mudah dicintai dan mencintai, serta tegar dan kuat," katanya.

Dalam karantina World Muslimah beberapa waktu lalu, setiap finalis diberi pengetahuan akan kesetaraan gender dalam perspektif Islam. "Tidak benar kalau wanita itu warga kelas dua. Justru wanita itu adalah warga negara utama," katanya.

Ajang World Muslimah, lanjut Eka, kini memiliki peran lebih tajam untuk menyuarakan kepada dunia keindahan Islam dan wanita muslimah. "Secara umum karakter yang ingin ditonjolkan adalah soleha, smart, dan stylish.

Lewat ajang ini dunia bisa melihat bahwa menjadi muslimah bukan berarti harus terkucil dan dijauhkan dari dunia. Justru mereka bisa menjadi agen perubahan bagi lingkungannya.

Qbabiyi Aishah Ajibola dari Nigeria yang tahun ini menyandang gelar World Muslimah dianggap memiliki potensi untuk menjadi muslimah panutan tersebut.

Menurut Eka, untuk menyampaikan misi mengangkat citra muslimah itu, Qbabiyi akan melakukan perjalanan ke beberapa tempat di dunia untuk menjadi motivator, termasuk ke beberapa pesantren.

Tahun depan ajang World Muslimah akan diselenggarakan di Brunei Darusallam dengan target peserta dari 60 negara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X