Yang Membedakan Miss Earth dengan Kontes Kecantikan Lain - Kompas.com

Yang Membedakan Miss Earth dengan Kontes Kecantikan Lain

Kompas.com - 18/10/2013, 11:51 WIB
Miss Earth Indonesia 2011, Inez Elodhia Maharani

 

KOMPAS.com - Belakangan ini berbagai ajang kecantikan bertaraf internasional banyak digelar. Setelah pemilihan Beauty Muslimah dan Miss World yang menuai banyak kontroversi, kemarin digelar malam final pemilihan Miss Earth 2013. Apa yang membedakan ajang yang disebut terakhir ini dengan kontes kecantikan lainnya?

Inez Elodhia Maharani, Miss Earth Indonesia 2011 menjelaskan, menjadi Miss Earth berarti harus siap menjadi ikon yang bisa menggerakkan masyarakat untuk mencintai lingkungan.
“Menjadi Miss Earth tidak hanya mengenakan gaun, tapi juga tidak sungkan untuk turun menanam pohon dan berpanas-panasan,” katanya kepada KompasFemale beberapa waktu lalu.

Meski Inez sudah tak lagi memakai mahkota Miss Earth, tapi kenangannya sewaktu masih bergelar Puteri Bumi itu masih mengental di ingatannya. Menurutnya yang menarik sebagai Miss Earth adalah ketika dia mesti turun langsung ke lapangan, turut menanam pohon bakau hingga mengunjungi anak-anak yatim dan kurang beruntung di panti asuhan.

“Semuanya jauh berbeda ketika orang hanya melihat dari pemilihan yang berlangsung di panggung yang mewah, berkesan megah dan gaun-gaun cantik, kami punya peran penting untuk lingkungan,” ujar perempuan berusia 24 tahun ini.

Inez pernah mewakili Indonesia untuk berlaga di Miss Earth International yang berlangsung November tahun 2011. Saat itu sebelum malam pemilihan, ia mengatakan dirinya menjalani karantina dengan berbagai jenis kegiatan yang fokus pada pelestarian dan aksi peduli lingkungan. Mahkota Miss Earth International saat itu jatuh pada Miss asal Ekuador.

“Saya sudah berusaha maksimal, dan saya pikir Indonesia punya peluang untuk menang, karena kesempatan terbuka untuk siapa saja, setidaknya menang di kategori Miss Earth Water atau Air,” ungkapnya menambahkan.

Selama menjabat sebagai Miss Earth Indonesia, Inez mengaku menjalani beberapa program peduli lingkungan. Tidak hanya di Jakarta tapi juga turut ke berbagai daerah di Indonesia. Kata Inez, menjadi Miss Earth itu mesti rela dan tidak boleh enggan jika harus memegang pohon dan bersentuhan dengan tanah.

“Jika ada yang jijik dan tidak terbiasa akan langsung kelihatan dari ekspresi wajahnya, karena tidak semua kontes kecantikan hanya mengandalkan paras semata,” ujarnya menambahkan.



EditorLusia Kus Anna

Close Ads X