Seni Negosiasi Kenaikan Gaji - Kompas.com

Seni Negosiasi Kenaikan Gaji

Kompas.com - 21/10/2013, 10:54 WIB
Shutterstock Negosiasi membutuhkan persiapan dan kemahiran.

Kompas.com - Anda mungkin heran mengapa beberapa rekan kerja di kantor satu persatu mengundurkan diri. Padahal load kerja sepertinya tak terlalu berat dan suasana kerja cukup menyenangkan. Apa yang membuat mereka tidak betah?

Penelitian menunjukkan, alasan utama para karyawan untuk pindah adalah mendapatkan kenaikan gaji. Bukan rahasia lagi jika cara cepat untuk mendapat peningkatan pendapatan adalah pindah kerja. Bahkan beberapa pekerja dengan keahlian yang banyak dicari bisa mendapat kenaikan beberapa kali lipat jika ia pindah ke perusahaan lain.

Sebenarnya Anda pun bisa mendapatkan kenaikan gaji meski tidak pindah tempat kerja. Yang perlu dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan pihak manajemen kantor. Supaya usaha negosiasi ini berhasil, sebelumnya lakukan empat hal berikut ini.

1. Alasan kuat
Keinginan Anda untuk membeli rumah lebih besar atau mengumpulkan uang untuk melanjutkan kuliah bukanlah alasan valid meminta kenaikan gaji. Anda harus bisa menunjukkan alasan bisnis mengapa perlu dibayar lebih. Buatlah dokumentasi tanggung jawab yang sudah dilakukan dan fokus pada apa yang sudah Anda lakukan sehingga perusahaan bisa mencapai target tersebut.

Misalnya, Anda mungkin membantu mendesain ulang website perusahaan sehingga traffic-nya meningkat dan angka penjualan meningkat 15 persen. Kumpulkan data yang konkret dan presentasikan informasi ini dengan cara yang tepat sehingga Anda terlihat sebagai aset penting bagi perusahaan.

2. Lakukan survei
Cari tahu berapa besaran gaji karyawan dengan posisi seperti Anda di perusahaan lain, terutama yang bergerak di bidang usaha yang sama. Perkirakan berapa "nilai" Anda di bursa kerja saat ini sehingga apa yang Anda minta tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi dari harga pasaran.

3. Catatan kinerja
Atasan Anda mungkin tidak menyadari berapa banyak projek yang sudah atau sedang Anda tangani saat ini. Untuk itu buatlah data-data pendukung berupa status report yang merangkum tugas-tugas yang Anda kerjakan dan sudah dilakukan. Apakah Anda berhasil memenuhi tugas itu atau melebihi yang diminta perusahaan. Sampaikan catatan tersebut secara berkala.

4. Waktu yang tepat
Carilah waktu yang tepat untuk membicarakan ini dengan atasan. Pada umumnya kita akan membicarakan soal kenaikan gaji saat evaluasi kerja rutin. Tetapi tak ada salahnya juga menyinggung soal kenaikan gaji sebelum dilakukannya evaluasi. Misalnya saat Anda berhasil menyelesaikan projek penting.

Waktu yang tepat juga berarti disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan. Tentu tidak etis meminta kenaikan di saat perusahaan sedang krisis. Selain itu mintalah waktu khusus dengan atasan untuk membicarakan hal ini. Jangan mendiskusikan soal kenaikan gaji melalui email atau telepon, tetapi lakukan tatap muka.

5. Persiapkan plan B
Jika kenaikan gaji tidak ada dalam rencana keuangan perusahaan, coba negosiasikan benefit lain, misalnya waktu cuti lebih panjang, jam kerja lebih fleksibel atau bonus yang lebih besar. Jika permintaan ini juga ditolak, tanyakan pada atasan posisi yang bisa Anda raih di masa depan dan bagaimana cara mencapainya.

Seperti halnya setiap negosiasi, meminta kenaikan gaji membutuhkan persiapan dan kemahiran. Anda juga perlu menyiapkan mental. Jika permintaan Anda tidak ditolak, jangan langsung sakit hati. Bila atasan memberikan alasan mengapa ia tidak bisa mengabulkan permintaan Anda, mungkin inilah saat yang tepat untuk melangkah ke perusahaan lain. Anda juga perlu menghargai diri sendiri.


EditorLusia Kus Anna

Close Ads X