Lenny Agustin "Hidupkan" Kembali Busana Rajut Kaya Warna

Kompas.com - 27/10/2013, 15:19 WIB
Koleksi rajut dari Lenny Agustin JAKARTA FASHION WEEKKoleksi rajut dari Lenny Agustin
|
EditorSyafrina Syaaf

KOMPAS.com -  Popularitas bahan rajutan kini memang sudah menurun, namun justru hal inilah yang menarik perhatian desainer Lenny Agustin. Koleksi terbaru Lenny yang berjudul “Knit My Day” ini, dipamerkan pada gelaran Jakarta Fashion Week 2014, Senayan City. 

"Knit My Day terinspirasi dari keunikan dan kelucuan boneka rajutan. Tetapi sayangnya, rajutan yang indah ini sudah tidak banyak digunakan lagi padahal pengrajinnya masih banyak," jelas Lenny Agustin, saat konferensi pers Knit My Day di Jakarta Fashion Week 2014, Senayan City, Kamis (24/10/2013) lalu.

Lenny Agustin selama ini dikenal sebagai desainer yang kreatif dalam menghasilkan koleksi unik, inovatif dan juga penuh warna. Melalui teknik rajutan ini pula, Lenny ingin menginspirasi perempuan Indonesia untuk menggunakan bahan dan motif tradisional Indonesia, sebagai pakaian sehari-hari dengan cara dan gaya yang modern.

Untuk menghadirkan koleksi rajutan yang unik, Lenny memadukan teknik rajutan dengan menggunakan pen dan juga dengan tangan. "Perbedaan keduanya terletak pada jarak lubang-lubang yang hasilkannya. Kalau dengan alat, lubang rajutnya akan lebih rapat. Sedangkan rajutan dengan tangan akan menghasilkan rajutan yang lebih besar," kata desainer bertubuh mungil ini.

Lenny menggunakan rajutan buatan tangan dari berbagai daerah seperti Padang, Bali, dan Jakarta. Busana-busana rajutan ini dihadirkannya dengan siluet feminin seperti blus longgar, gaun mini lurus, dan rok mini yang memberikan kesan playful dan kontemporer. Kekuatan busananya terlihat pada pola-pola rajutan yang membentuk pola bunga, dan pola geometri. 

Selain desain yang menarik, warna-warna yang dihadirkan Lenny juga sangat berani. Ia mengangkat warna merah muda, merah, hijau, oranye, toska, biru dan warna ceria lainnya untuk menambah keceriaannya. Pewarnaan rajutan ini dilakukan dengan metode pencelupan pada pewarna alami, seperti kayu jati, kunyit, dan kulit mahogani yang dicelup berulang-ulang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X