5 Desainer Indonesia akan Tampil di Pekan Mode Paris

Kompas.com - 20/02/2014, 16:49 WIB
Jakarta Fashion Week 2014 KOMPAS.com/Krismas Wahyu UtamiJakarta Fashion Week 2014
|
EditorSyafrina Syaaf

KOMPAS.com – Semenjak tahun lalu, para insan mode dan promotor parade pekan mode terus berupaya membawa karya perancang busana Indonesia ke kancah internasional. Salah satunya adalah Indonesia Fashion Forward, yang digagas oleh Jakarta Fashion Week (JFW).

Pada bulan Februari 2014 ini, JFW akan mengirimkan desainer-desainer pilihan kurasi untuk bertolak ke Paris, untuk memamerkan hasil karya mereka di depan khalayak pecinta mode pada pergelaran Paris Fashion Week (PFW).

Lima desainer yang terpilih adalah nama-nama yang sudah tidak asing lagi bagi para pencinta mode di Tanah Air, yakni Tex Saverio, Toton, Major Minor, Vinora dan Yosafat Dwi Kurniawan.

"Indonesia Fashion Forward hanya memberi akses dan proses inkubasi sebagai bekal para desainer agar siap memamerkan koleksinya di luar negeri. Untuk urusan show, akomodasi dan koleksi, dari mereka ada yang bekerjasama dengan sponsor atau pun dengan pendanaannya masing-masing," tutur Diaz Parzada, Creative Director Jakarta Fashion Week, pada konferensi pers di E&O, Menara Rajawali, Mega Kuningan, Jakarta (19/02/2014).

PFW sendiri akan berlangsung selama empat hari, mulai dari 28 Februari sampai 3 Maret 2014. Pada acara tersebut, perwakilan dari Indonesia yang terdiri dari brand Major Minor, perancang busana Toton dan Yosafat bakal menggelar Passage Jakarta Showcase, yang merupakan bagian dari rangkaian acara PFW dalam bentuk pameran, di Triangle Showroom, Paris Fashion Week.

 “Saya akan membawa 18 padu padan koleksi, yang terdiri dari 36 busana untuk dipamerkan pada booth di Paris Fashion Week,” ujar salah satu desainer, Toton.

Koleksi Toton yang terinspirasi dari tren musim fall/winter 2014,  akan didominasi permainan waran-warna netral, seperti putih dan abu-abu, serta sentuhan warna hitam yang elegan.

Permainan bordiran bunga pixelated dan tenun sengkang dari daerah Legosi, Sulawesi Selatan, menjadi konsep utama pada rancangan busananya tersebut. “Selain warna, pemilihan bahan juga diikuti sesuai kebutuhan. Jadi menggunakan bahan yang benar-benar untuk musim dingin,” lanjutnya.

Lain lagi dengan konsep busana yang diusung oleh Yosafat Dwi Kurniawan, perancang berkulit putih ini memperkaya koleksinya dengan atraksi motif mega mendung (motik khas batik Cirebon) dan  warna palet hitam. Keduanya diaplikasikan sebagai ornamen gaun untuk merefleksikan kesan glamor dan modern.

"Aku ingin sesuatu yang tradisional namun bisa dipakai secara modern di Eropa. Waktu merancang busana ini, mood saya memang lagi melankolis, jadi aku merepresentasikannya dengan warna hitam. Menurutku, warna hitam dapat menghidupkan siluet yang sederhana jadi tampak mewah. Aku ingin memberi sesuatu dengan motif yang orang sana kira-kira akan bertanya apa sih motif ini? Aku ingin pakai sesuatu yang Indonesia tapi tetap international’s taste," tutur Yosafat.

Pada penampilan terakhir, label Major Minor turut menampilkan koleksi Fall/Winter 2014 terbarunya. Tanpa menghilangkan ciri khas yang identik dengan siluet busana longar dan gaya rancang asimetris, mereka pun kini menghadirkan teknik digital printing yang didapatkan dari kompartemen fotografi.

Guna mengentalkan nuansa musim dingin, Major Minor menambahkan material bulu imitasi beberapa koleksi, serta tak ketinggalan tas tangan (clutch) yang dirancang dari benang wol, sehingga saat digenggam akan menghangatkan telapak tangan Anda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X