Keseringan Minum Antibiotik Picu Kenaikan Berat Badan - Kompas.com

Keseringan Minum Antibiotik Picu Kenaikan Berat Badan

Kompas.com - 06/03/2014, 16:49 WIB
Shutterstock Ilustrasi
KOMPAS.com - Sebagian orang Indonesia masih mempercayakan kesembuhan pada antibiotik. Sehingga setiap sakit meski ringan pun orang tetap minum antibiotik. Padahal terlalu sering minum antibiotik bisa berdampak resistensi bakteri, bahkan memicu kegemukan.

Satya Sivaraman dari ReAct, jaringan global dengan konsentrasi aksi resistensi bakteri yang berpusat di Uppsala University Swedia, mengatakan, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan aman bisa memicu kegemukan. Ini berhubungan dengan terganggunya flora normal atau mikroorganisme di dalam tubuh yang berperan dalam pencernaan makanan.

Menurut Satya, terganggunya flora normal akan mengakibatkan percernaan tidak akan berjalan dengan optimal sehingga makanan tidak dapat dicerna dengan baik. Inilah yang kemudian menyebabkan kegemukan.

"Mekanisme secara rinci belum diketahui secara pasti. Hanya saja menurut sebuah penelitian, anak yang sering mengonsumsi antibiotik rata-rata lebih gemuk daripada yang tidak," ujarnya dalam sebuah diskusi kesehatan bertajuk "Bakteri: Kawan atau Lawan?" di Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Antibiotik dapat memicu kegemukan juga berhubungan dengan pemberiannya yang tidak tepat dan aman pada hewan ternak. Ternak yang diberi antibiotik dan dimakan oleh manusia akan juga berpengaruh terhadap flora normal pada tubuh manusia.

Satya mengatakan, antibiotik yang diberikan pada ternak juga berfungsi untuk menambah berat badan ternak. Mungkin ini pula yang terjadi pada manusia pengonsumsi daging ternak yang diberi antibiotik secara tidak tepat dan aman.

Dokter spesialis anak Purnawati Pujiarto yang juga aktivis dari Yayasan (YOP) mengatakan, pemikiran orang mengenai antibiotik juga perlu diubah, yakni anggapan bahwa orang sakit belum akan sembuh jika tidak diberi antibiotik. Pasalnya yang terjadi justru sebaliknya, semakin sering minum antibiotik maka semakin sering sakit.

"Ini karena antibiotik juga membuat sistem pertahanan tubuh alami terganggu. Maka bukannya membantu kesembuhan, antibiotik yang tidak perlu justru akan membuat tubuh rentan terkena penyakit," jelasnya.


EditorWardah Fajri

Close Ads X