Daun Katuk Lancarkan Produksi ASI?

Kompas.com - 02/04/2014, 14:17 WIB
Ilustrasi menyusui shutterstockIlustrasi menyusui
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Yang terpenting di masa menyusui adalah produksi ASI mengingat ASI adalah makanan terbaik bagi si buah hati. Untuk itu para ibu harus menjaga asupan nutrisinya agar tetap seimbang demi pertumbuhan si kecil yang optimal.

Konsumsi buah-buahan dan sayuran serta kacang-kacangan dapat meningkatkan produksi ASI. Bagi ibu menyusui, daun katuk pastilah tak asing lagi karena daun katuk dikenal dapat melancarkan produksi ASI.

Kandungan nutrisi yang terdapat dalam daun katuk cukup baik, antara lain tinggi vitamin C (lebih tinggi daripada jeruk dan jambu biji), sumber vitamin A dan B, kalsium, protein, dan zat besi.

Namun cara mengolah daun katuk harus benar. Jika terlalu lama dipanaskan, kandungan nutrisinya akan rusak sehingga menurunkan kualitasnya sebagai pelancar ASI.

Selain itu, kacang-kacangan jenis "bean" juga dapat membantu produksi ASI jadi lebih banyak.

Jika ibu hanya punya sedikit waktu untuk mengolah daun katuk, susu khusus bagi ibu menyusui yang diperkaya sari daun katuk bisa menjadi pilihan.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu, jangan lupa memenuhi asupan cairan, minimal 8 gelas perhari. Minumlah sebelum merasa haus agar terhindar dari dehidrasi. Jangan menunggu sampai urin berwarna pekat. Jika demikian, ibu harus minum lebih sering dan lebih banyak lagi.

Air putih, jus segar, dan susu sangat dianjurkan. Namun, batasi konsumsi gula demi menjaga berat badan ideal. Yang tak kalah penting adalah makanan sumber protein dan lemak baik, karena kedua zat gizi tersebut berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan otak bayi, sejak dalam kandungan hingga tahun-tahun pertama kehidupannya. Oleh karena itu, kualitas ASI harus dijaga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X