7 Ciri Lajang Sulit Kaya

Kompas.com - 05/04/2014, 08:22 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Berapa pun gaji yang Anda dapat tiap bulannya bukan jadi soal. Namun bila dompet selalu kebobolan menjelang akhir bulan, coba cek apa saja yang menjadi kebiasaan buruk Anda. Berikut tujuh ciri para lajang yang sulit kaya:

1. Gaji belum habis? Belum afdol, ah
Selama rekening masih gendut, belanja pun jalan terus. Perasaan “masih kaya” inilah yang sering membuat lajang keasyikan menggunakan uang. Bila keadaan ini sulit dihindari, buatlah pos-pos berbeda pada hari gajian.

Tip kaya: Sisihkan mana yang akan dipakai untuk biaya hidup, menabung, dana cadangan, hingga bayar utang. Baru gunakan sisanya untuk senang-senang. Terlihat sepele, tapi efektif.

2. Dikit-dikit jajan
Kalau dirata-rata, para lajang bisa menghabiskan uang sekitar Rp 300.000 untuk sekali jajan. Kalau dilakukan tiga kali dalam sebulan, uang satu juta pun bisa menghilang tanpa pamitan.

Tip kaya: Bawa uang tunai saat jajan di mal, misalnya untuk berhemat, cukup bawa uang Rp 150.000. Dengan begitu, kita terpacu untuk memilih minuman dan makanan dengan harga yang lebih terjangkau.

3. Tergoda rayuan kartu kredit
Makin hari, perang promo kartu kredit makin memanas nih. Membuat kita berasa hemat karena dapat diskon belanja, treatment,  kuliner hingga 50 persen. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, apa yang kita beli sebenarnya bukanlah kebutuhan utama. Sama saja dengan mengeluarkan uang ekstra.

Tip kaya: Sebelum membeli, pastikan dulu apakah kita benar-benar perlu atau hanya tergoda rayuan? Tunggu sampai besok, kalau sampai terbawa mimpi, boleh lah dibeli.

4. Enggak mau hidup “susah”
Ketimbang naik bus, kita lebih memilih naik taksi dengan alasan nyaman. Ketimbang makan di kantin, lebih merasa fancy kalau makan di food court mal. Gaya hidup mewah inilah yang kadang membuat kantong gampang bolong.

Tip kaya: Cek lagi kebiasaan-kebiasaan ini, kapan perlu naik taksi atau cukup naik bus, kapan harus makan di luar, kapan harus bawa bekal.

5. Belum punya rekening tabungan
Menggabungkan tabungan, dana cadangan, serta biaya hidup dalam satu rekening, membuat pengeluaran sulit terdeteksi. Seringkali ini mengakibatkan simpanan terpakai untuk belanja.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X