Cari Tahu Apakah Pria Selingkuh dari 5 Ucapannya

Kompas.com - 17/05/2014, 10:22 WIB
Ketika si dia diam-diam sering mengirim pesan pendek atau menelepon, bahkan saat ada Anda di sampingnya, bisa dicurigai kalau dia sedang berbalas pesan dengan yang lain. SHUTTERSTOCKKetika si dia diam-diam sering mengirim pesan pendek atau menelepon, bahkan saat ada Anda di sampingnya, bisa dicurigai kalau dia sedang berbalas pesan dengan yang lain.
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Selingkuh tak mengenal gender, namun pria punya lebih banyak semangat untuk mewujudkannya. Beberapa ucapan mereka bisa jadi indikasi ia sedang selingkuh, apa yang membuat mereka selingkuh dan bagaimana mengatasinya? Berikut lima ucapan pria selingkuh dan tip menghadapinya:

1. “Hargai privasiku dong sayang…. Jangan buka ponselku.”
Cara bicaranya memang manis, permintaannya juga terdengar wajar. Kalau menyangkut privasi, meski sudah jadi suami istri sekali pun, sebaiknya memang tidak saling mengganggu barang pribadi tanpa izin. Sayangnya, atas nama privasi pula, banyak pria menyembunyikan perselingkuhannya dengan meminta pasangannya tak mengecek ponselnya. Karena, bisa jadi di dalam ponsel itu ada bukti perselingkuhannya.
Solusi: Memang benar setiap orang punya privasi. Namun, Anda tak melanggar privasi jika minta izin dengan baik-baik kepada si dia, untuk melihat isi ponselnya.
Benar: Si Dia ngotot menolak memperlihatkan isi ponselnya saat Anda minta baik-baik.
Salah: Dengan senang hati ia akan memperlihatkan isi ponselnya kepada Anda, sambil tetap meminta Anda tak membukanya tanpa seizinnya.

2. “Sayang, aku malam ini lembur, jadi maaf tak bisa menjemputmu.”
Punya pasangan giat bekerja tentu membanggakan. Kalau si dia sukses, Anda juga yang senang. Kehidupan finansial terjamin, bisa lebih cepat meresmikan hubungan juga. Tak dijemput si dia sesekali, pasti tidak masalah. Tapi, bila pasangan mulai sering lembur, padahal Anda tahu pekerjaannya tak terlalu menuntut kerja malam, ya patut dicurigai. Jangan-jangan, itu hanya alasannya untuk mencuri waktu bertemu perempuan lain.
Solusi: Coba katakan kepadanya, kalau si dia tak bisa menjemput, Anda bersedia mendatanginya di kantor dan menunggu hingga ia selesai kerja, untuk pulang bersama.
Benar: Dia bersikeras agar Anda tak datang dan mengajukan banyak alasan. Atau ketika Anda datang, ia tak ada di kantor dan tak bisa dihubungi.
Salah: Dengan senang hati ia menerima kedatangan Anda dan di temani hingga selesai bekerja.

3. “Siapa? Oh dia cuma teman biasa kok…”
Anda memergokinya tengah berbicara dengan suara pelan dan akrab pada seseorang perempuan yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Ketika si perempuan pergi dan Anda menanyakannya, si dia menjawab perempuan itu hanya teman biasa.
Solusi: Saat mengalami kejadian ini, minta pasangan memperkenalkan Anda kepada perempuan itu. Jangan lupa tunjukkan bahwa Anda adalah pasangannya, misal dengan menggandeng tangannya, atau menyentuh bahunya.
Benar: Dia memperkenalkan Anda kepada perempuan itu setelah Anda memintanya. Dan menunjukkan sikap enggan ketika Anda bersikap mesra kepadanya.
Salah: Tanpa Anda minta, pasangan memperkenalkan Anda kepada siapapun yang bertemu dengan Anda berdua. Dia tidak keberatan, bahkan senang, saat Anda sedikit menunjukkan kepemilikan atas dirinya di hadapan banyak orang.

4. “Kamu bertemu pria lain di belakangku ya?”
Wajar bila dalam sebuah hubungan, sesekali bertengkar, adu argumentasi atau saling melemparkan kata-kata pedas dan tuduhan. Biasanya sih tidak berlangsung lama dan mudah baikan lagi. Bila pada saat marah, dia tiba-tiba menuduh Anda selingkuh, patut dicurigai nih kenapa dia membahas topik perselingkuhan. Pasalnya, jika ia melakukan kesalahan, ia cenderung akan merasa takut bahwa Anda melakukan kesalahan yang sama.
Solusi: Kalau tak bersalah, jangan tunjukkan rasa bersalah di hadapannya saat ia menuduh Anda selingkuh. Tatap matanya, katakan Anda tidak selingkuh. Dan tanyakan padanya, apakah dia selingkuh?
Benar: Bila saat Anda tanya apakah dia selingkuh, dia terlihat panik dan lebih agresif membela diri, itu tandanya dia memang selingkuh.
Salah: Kalau dia tenang saja saat Anda tanya, bisa jadi tuduhan yang dia lontarkan hanya sekadar tuduhan. Apalagi jika setelahnya dia minta maaf.

5. “Kenapa sih kamu enggak bisa mengerti aku?”
Kata-kata ini bisa saja terlontar saat Anda dan pasangan sedang bertengkar. Dalam keadaan emosi, dia menyalahkan Anda yang tidak bisa mengerti dirinya dan menuduh Anda tidak cukup baik sebagai pasangan. Semua daftar kesalahan Anda dia ungkit. Padahal biasanya, seemosi apapun, dia tak bakal mengeluarkan kata-kata itu.
Solusi: Katakan kepadanya, kalau memang si dia merasa Anda tak mampu jadi pasangan yang haik untuknya, lebih baik ia cari pasangan lain.
Benar: Dia akan menyambut baik tawaran Anda untuk putus.
Salah: Dia akan terkejut dengan ucapan Anda. Bisa jadi saat itu, ia akan pergi begitu saja. Namun keesokan harinya atau bahkan beberapa jam setelahnya, ia akan datang lagi mencari Anda untuk meminta maaf dan berbaikan.

(CHIC/Erika Paula/ Precilia Meirisa)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X