Kompas.com - 08/06/2014, 11:24 WIB
|
EditorSyafrina Syaaf

KOMPAS.com -  Menurut data dari Global Status Report in Alcohol, WHO tahun 2004, lebih dari dua miliar orang di dunia rutin mengonsumsi minuman beralkohol, seperti bir, whisky, vodka, dan brady. 

Di negara-negara empat musim, minuman keras ini berguna untuk menghangatkan tubuh kala musim dingin. Sebenarnya, minuman beralkohol ini tidaklah berbahaya asalkan dikonsumsi dalam kadar yang seimbang. Namun, banyak orang tidak memerhatikan hal yang demikian, sehingga tak sedikit dampak negatif dari alkohol mengakibatkan kematian diri sendiri juga orang lain.

Sejak beberapa tahun lalu, mengonsumsi minuman beralkohol di Asia sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Di Indonesia sendiri, minuman yang dulu dianggap tabu ini, sekarang sudah sangat mudah ditemukan di berbagai restoran atau bar.

"Sekalipun orang Indonesia sudah banyak yang gemar minum, tapi alasan mereka minum ini berbeda dengan orang barat. Minum alkohol bagi orang Indonesia itu sekadar untuk status sosial saja. Istilahnya mereka adalah social drinking," kata Psikolog Tika Bisono, saat konferensi pers "Dont Drink and Drive" dari Pernord Ricard, beberapa waktu lalu di Jakarta. 

Tika menjelaskan, bagi orang Indonesia, minum minuman keras bukan disebabkan oleh kebutuhan. Namun untuk lebih ke arah pergaulan dan sosialisasi modern. 

"Makanya di Indonesia belum ada kasus alkoholik akut, karena alkohol tidak jadi minuman sehari-hari atau pengganti air putih seperti yang terjadi di Eropa atau Amerika. Di Indonesia masalah yang terjadi karena alkohol adalah mabuk lalu menyetir dan kecelakaan," jelasnya. 

Selain masalah pergaulan, orang Indonesia juga sering minum-minuman beralkohol karena berbagai alasan, misalnya pelarian dari masalah atau stres. "Tak dimungkiri, Alkohol sudah jadi part of culture di Indonesia, saat sedang berkumpul dengan teman atau sedang stres," katanya. 

Orang-orang yang gemar minum, baik remaja maupun dewasa, harus memiliki pengetahuan luas tentang batas konsumsi alkohol, dan juga menanamkan tanggung jawab penuh untuk mengontrol jumlah asupan agar tidak berlebihan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.