Astaga... Ada Sejumlah Orangtua Anggap Bayi Mereka Jelek

Kompas.com - 30/06/2014, 07:00 WIB
Ilustrasi bayi menangis SHUTTERSTOCKIlustrasi bayi menangis
|
EditorSyafrina Syaaf

KOMPAS.com – Umumnya orangtua yang baru saja memiliki bayi, merasa bersyukur dengan kehadiran sang buah hati, terutama bila bayi lahir dengan sehat dan normal. Namun, menurut survei yang dihelat oleh PromotionalCodes, sebanyak 18 persen orangtua justru merasa kecewa dengan bayi mereka. Apa pasal?

Hasil suvei yang melibatkan 1000 responden ini mengungkapkan bahwa tidak semua orangtua merasa bahagia saat melihat bayi mereka untuk kali pertama. Sebab, beberapa diantaranya mengaku kecewa karena bayi yang dinanti tidak selucu dan menggemaskan seperti yang mereka harapkan.

Lebih rinci, hasil survei menjabarkan terdapat 82 persen orangtua baru yang mengaku berbahagia saat hari kelahiran bayi, 18 persen lainnya menyatakan “frustrasi” dengan wajah si kecil, di mana hanya delapan persen dari mereka yang berani mengutarakan rasa kecewa tersebut pada pasangan atau keluarga terdekat lainnya.

Seperti dikutip DailyMail, salah seorang responden pria yang tidak bersedia disebutkan identitasnya, bahkan tanpa malu-malu membeberkan bahwa banyak teman atau relasinya yang juga merasa malu kala melihat penampilan fisik bayi yang dinilai tidak lucu atau imut.

Namun, masih menurut sang responden, umumnya mereka menyimpan opini tersebut untuk diri sendiri. Sebab, takut dihujat sebagai orangtua yang tidak tahu diri dan tidak mensyukuri karunia yang telah diberikan pada mereka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Dailymail
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X