Kompas.com - 01/07/2014, 16:06 WIB
Blue Band mengadakan kompetisi digital membuat kue Lebaran tren Mash-Up, berani coba? KOMPAS.com/Wardah FajriBlue Band mengadakan kompetisi digital membuat kue Lebaran tren Mash-Up, berani coba?
Penulis Wardah Fajri
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Tradisi silaturahim di hari raya biasanya tak lepas dari kebiasaan makan bersama atau membawa hantaran lebaran. Setiap keluarga tak lupa menyediakan makanan mulai dari kue khas lebaran hingga makanan besar. Tradisi ini mendatangkan peluang bisnis bagi mereka yang senang memasak atau membuat kue lebaran.

Kalau Anda tertarik menjajal peluang bisnis kue lebaran, tren mash-up dalam dunia baking bisa jadi pilihan. Pasalnya, mash-up merupakan sesuatu yang baru apalagi dalam pembuatan kue lebaran. Karena hal baru, potensi bisnisnya pun lebih terbuka lebar selain tentunya tantangannya juga besar.

Untuk menciptakan kue lebaran mash-up, Anda bisa mencontoh kesuksesan Cronut (Croissant-Donut). Namun khusus untuk kue lebaran, tak perlu sulit mencari inspirasi. Juru masak profesional dan seorang juri di kompetisi memasak, Chef Degan Septoadji, menciptakan resep kue Lebaran dengan tren mash-up atas dukungan Blue Band Cake & Cookie.  

Menurut Chef Degan, tren mash-up dalam baking menjadi lebih beragam dengan hidangan Indonesia. Jika di negeri asalnya, Amerika Serikat, tren mash-up menghasilkan Cronut, di Indonesia, tren mash-up bisa menghasilkan lebih dari 10 resep kue. Meski begitu, Anda tak perlu terpaku dengan 10 resep karena membuat kue dengan konsep mash-up memungkinkan Anda membuat kreasi kue baru.

Menurut Chef Degan, kue lebaran tren mash-up berpotensi untuk dijadikan bisnis. Harga kue lebaran mash-up masih terjangkau karena pembuatannya menggunakan bahan lokal.

"Meski kompleks dalam pembuatannya karena memadukan banyak bahan, tapi bahannya lokal sehingga biaya pembuatan kue tidak mahal. Harga kue pun tidak akan mahal," katanya.

Hal lain yang membuat kue lebaran mash-up bakal laku di pasaran adalah masyarakat sudah mengenali rasa asli kue tersebut. Namun dengan tren mash-up, kue dikreasikan berbeda dan lebih menarik. Keunikan mash-up inilah yang menjadi daya tarik tersendiri, berbeda dengan kue lebaran lain di pasaran.

"Selera pasar akan cocok karena sudah tahu rasa asli kue, mereka sudah mengerti rasanya," kata Chef Degan.

Kalau ingin meraup untung dari bisnis kue lebaran tren mash-up, sebenarnya kembali kepada prinsip bisnis Anda. Chef Degan mengatakan, pilihan bisnis kue ada dua. Ingin menjual volume tinggi dengan harga rendah atau menjual kualitas dengan harga tinggi.

Pilihan ada di tangan Anda. Yang pasti, kalau ingin sukses berbisnis kue lebaran tren mash-up kuncinya terletak pada kejelian memadukan bahan kue untuk menjadikannya kreasi baru yang memiliki daya tarik di pasaran.

Untuk pembuatan kue lebaran, jika untuk konsumsi pribadi, Chef Degan mengatakan sebaiknya siapkan satu minggu sebelum Lebaran. Jadi kalau berencana berbisnis, sebaiknya mulai persiapkan segala kebutuhannya dari sekarang.
 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X