Politik Kantor Timbulkan Konflik dengan Cara-cara Ini

Kompas.com - 10/07/2014, 09:17 WIB
Shutterstock Ilustrasi
KOMPAS.com - Politik kantor memiliki pengertian sebuah usaha mencapai keuntungan pribadi atau perusahaan menggunakan networking, kekuatan dan kekuasaan yang ada. Biasanya politik kantor sering menimbulkan konflik karena memang tujuan utamanya adalah mencapai keuntungan dan sudah pasti akan ada yang dirugikan. Ada beberapa pemicu dan cara orang melakukan politik kantor, diantaranya sebagai berikut.

1. Kemampuan biasa, kemauan kerja kurang tapi mau dianggap hebat
Orang-orang seperti ini akan melakukan politik kotor. Tanpa usaha keras ingin hasilnya  besar. Ia bisa saja menjelek-jelekkan seseorang, membuat laporan palsu, atau berbohong. Ia bisa saja mengakui pekerjaan rekannya sebagai pekerjaannya. Sehingga yang akan mendapat nama baik adalah dirinya.

2. Hubungan personal
Hubungan baik dengan seseorang bisa mengarah kepada politik kantor. Sesalah apapun teman pasti ia tutupi padahal sudah membuat kerusakan besar di perusahaan. Mengistimewakan seseorang karena hubungan dekat, padahal orang itu tidak punya kemampuan.

3. Blame game
Melakukan permainan “lempar batu, sembunyi tangan”. Tidak mau kesalahan atau kekurangan sendiri terungkap maka kesalahan ditimpakan kepada orang lain.

4. Kurang percaya
Masalah kepercayaan sangat penting dalan tim kerja. Bila Anda kurang percaya kepada rekan kerja, akan mendorong Anda melakukan apa aja untuk membuat orang itu tidak dipercaya pula oleh orang lain. Misal, melaporkan kepada atasan kesalahan yang dilakukannya padahal kesalahan itu hanya kecil dan cuma sekali itu saja.

5. Manipulasi
Politik kantor juga bisa terjadi karena adanya manipulasi informasi. Sebuah berita dipelintir demi kepentingan sendiri.

6. Gosip
Politik kantor juga bisa muncul bila seseorang melempar gosip. Namanya gosip, beritanya belum tentu benar bahkan bisa jauh berbeda dari kenyataan sebenarnya. Biasanya disebar oleh orang yang cemburu, atau ingin menjatuhkan orang lain.

(CHIC/Erika Paula/Turi)



EditorWardah Fajri

Close Ads X