Kompas.com - 09/09/2014, 14:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kita patut bersyukur berada di Indonesia, negara yang kaya akan sinar matahari. Sayangnya masih banyak di antara kita yang kurang memanfaatkannya, terutama mereka yang tinggal di kota besar.

Seringkali mereka yang di kota besar pergi beraktivitas sebelum matahari terbit, pulang beraktivitas setelah matahari terbenam, dan seharian penuh berada di ruang tertutup yang ber-AC. Karena itu, siapa sangka penduduk Indonesia tak luput dari kekurangan (defisiensi) vitamin D.

Vitamin D merupakan suatu vitamin larut lemak yang sangat penting untuk tubuh manusia. Bentuk vitamin D yang paling banyak di dalam tubuh yaitu vitamin D3 (kolekalsiferol) dan vitamin D2 (ergokalsiferol). Vitamin D3 dapat dihasilkan pada lapisan kulit tubuh sebagai respon terhadap paparan sinar matahari, dan juga dapat diperoleh dari asupan makanan seperti oily fish terutama ikan salmon, sarden dan mackerel. Sementara vitamin D2 dapat diperoleh dari sayuran, ragi dan jamur.

Fungsi vitamin D sendiri adalah menjaga konsentrasi normal kalsium dan fosfat dalam darah, sehingga selalu dikaitkan dengan kesehatan tulang. Akan tetapi sekarang ini manfaat vitamin D semakin meluas, yakni memberikan pengaruh terhadap fungsi berbagai sistem dalam tubuh seperti sistem pertahanan tubuh, kardiovaskular dan sistem endokrin. Maka ketika terjadi kekurangan vitamin D akan meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti osteoporosis, penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit infeksi (seperti infeksi saluran pernafasan, influensa dan tuberkulosis).

Kekurangan vitamin D adalah penyakit yang sulit dideteksi, atau biasa disebut sebagai silent disease. Tidak ada gejala spesifik yang menyertai kondisi kekurangan vitamin D. Status vitamin D dapat diketahui dengan pemeriksaan vitamin D 25-OH total. Dengan mengetahui status vitamin D seseorang (cukup, tidak cukup/insufisiensi, kurang/defisiensi ataupun berlebih/toksisitas) maka kondisi kekurangan vitamin D yang merupakan suatu silent disease dapat diatasi segera.

Pemeriksaan vitamin D 25-OH total penting untuk dilakukan terutama oleh individu dengan risiko tinggi kekurangan vitamin D seperti : mendapat sedikit paparan sinar matahari/aktivitas lebih banyak dalam ruangan, berusia lanjut (60 tahun atau lebih), mendapat terapi osteoporosis, terbiasa menggunakan sunscreen atau pakaian tertutup, obesitas, dan mengalami gangguan hati atau ginjal.

Mereka yang diduga rakhitis (rickets) dan individu dewasa dengan osteomalacia, mendapat terapi vitamin D untuk mengetahui ada tidaknya perbaikan status vitamin D, tidak pernah mengkonsumsi suplemen vitamin D, dan lain-lain : chron’s disease, sindrom malabsorpsi lemak, seizure disorders/epilepsi, celiac disease, gangguan makan (anoreksia, bulimia), cytic fibrosis, SLE, juga beresiko kekurangan vitamin D.

Pemeriksaan vitamin D 25-OH total berguna untuk diagnosis kekurangan vitamin D, menentukan apakah penggunaan suplemen vitamin D sudah sesuai bila mendapatkan terapi pengganti vitamin D, dan diagnosis kelebihan vitamin D. Pemeriksaan ini dapat dilakukan minimal 6 bulan sekali untuk mengetahui naik turunnnya konsentrasi vitamin D seseorang.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.